Gubernur VBL : Gereja dan Pendidikan Harus Seirama

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu gereja sebagai salah satu lembaga keagamaan harus memiliki komitmen yang nyata dan berperan aktif memberikan pelayanan dalam bidang pendidikan sehingga dapat memberikan bekal bagi setiap generasi muda  untuk menatap masa depan dengan berbagai tantangan serta perubahannya.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat beraudiens bersama Panitia Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda ) dan HUT 1 Abad Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) NTT di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2020).

“Saya ingin agar kehadiran gereja-gereja dapat memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan  dunia pendidikan. Dalam hal ini gereja harus mampu menghasilkan lembaga pendididkan atau sekolah yang berkualitas, karena karakter generasi muda kita, anak-anak kita sebagian besar terbentuk dengan mereka bersekolah,” tegas Gubernur Viktor.

Baca juga :  Desain Penanganan Sampah di Kota Kupang Harus Jelas

Lebih lanjut Gubernur Viktor juga ingin agar sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan gereja harus mampu membawa perubahan perbaikan pendidikan, baik dalam ilmu pengetahuan, perkembangan informasi, keterampilan serta pengembangan karakter sikap dan mental para generasi muda yang ada di NTT.

“Sebagai salah satu provinsi miskin yang ada di Indonesia, kita harus segera berbenah agar tidak terus-terusan terpuruk. Dengan cara apa?. Dengan cara kita berpendidikan. Karena dengan pendidikan, anak-anak kita di NTT berkarakter dan tentunya berkualitas untuk bisa bersaing dengan daerah lain,” jelas Gubernur Laiskodat.

Gubernur VBL mengatakan, perkembangan sekolah harus diimbangi atau berbanding lurus dengan kualitas sumber daya tenaga pengajar / guru. Karena guru merupakan komponen pendidikan yang memiliki peranan penting yang harus selalu dibina dan dikembangkan demi menghasilkan siswa siswi berprestasi terlebih para guru yang mengajar di jenjang sekolah dasar.

Baca juga :  Menjaga Netralitas ASN Pada Pilkada 2020, Mendagri Menolak 4.156 Usulan Mutasi

“Saya berharap, guru-guru yang mengajar di sekolah dasar harus guru-guru terpilih yang berkualitas, karena anak-anak usia dini harus dibekali dengan pengetahuan dasar yang baik pula, dan itu harus,” kata Gubernur VBL.

“Sekali lagi saya tegaskan gereja dan pendidikan bukanlah hal yang terpisah, karena gereja juga berfungsi sebagai lembaga yang bertugas untuk mendidik. Oleh karena itu, gereja harus mampu siapkan sekolah, siapkan guru-guru. Yang penting rencanakan dengan baik dan matang, kita pemerintah akan bantu dan support dari sisi anggaran,”  pungkas Gubernur Laiskodat.

Untuk diketahui salah satu agenda kedatangan  Panitia Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) dan HUT 1 Abad GPdI NTT untuk melaporkan kepada gubernur perihal rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan yang meliputi kegiatan donor darah massal, kerja bakti masal, pengobatan gratis masal, sosialisasi tentang stunting, serta acara puncak yang jatuh pada bulan September Tahun 2021.

Baca juga :  Gubernur NTT Dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kabupaten Kupang

Hadir  pada kesempatan tersebut Staf khusus Gubernur NTT, Anwar Pua Geno, Ketua Majelis Daerah GPdI NTT, Pdt. Abraham S. Nenobais, Sekretaris Majelis Daerah GPdI NTT, Pdt. Papias S. Tiran, Ketua Panitia Mukerda dan HUT 1 Abad GPdI NTT, Hengky Malelak serta anggota lainnya. (ade/*)