Kades Wewa Minta BWS NT II Perbaiki Jaringan Irigasi Wuncung

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Kepala Desa Wewa, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat,  Samuel Reja meminta Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan perbaikan jaringan irigasi ke persawahan Wuncung mulai dari jaringan sekunder hingga jaringan primer di pusat Bendungan Wae Renu.

Pada hari Rabu, 10 September 2020, saya sudah bertemu dengan salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BWS NT II Provinsi NTT untuk mendiskusikan soal pemeliharaan jaringan irigasi Wuncung, Desa Wewa, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat yang sebagian besar sudah mengalami rusak parah karena  longsor dan termakan usia,” jelas Kades Wewa, Samuel Reja kepada media ini di Kupang, Jumat (11/9/2020) pagi.

Baca juga :  Capai 7.946 MW, PLN Terus Dorong Pemanfaatan EBT

Jaringan Irigasi Wuncung yang mengairi kurang lebih 500 hektar sawah itu bersumber dari Bendungan Wae Renu yang saat ini kondisi bangunannya sudah rusak parah, selain karena longsor juga  termakan usia yang sudah dibangun puluhan tahun yang lalu.

Akibat kerusakan jaringan irigasi tersebut, banyak air yang terbuang ke sungai, sehingga memicu konflik sosial diantara masyarakat.  “Selama ini, hampir setiap malam masyarakat berkelahi berebutan air bahkan bisa baku bunuh, karena debit air semakin berkurang dan tidak berjalan pada tempatnya karena saluran yang ada sudah mengalami rusak parah sepanjang 5 kilo meter,”ujarnya.

Kata Samuel, sebagian besar pintu air tidak berfungsi, apa lagi saluran primernya atau saluran induknya. Yang ditangani oleh Kabupaten Manggarai Barat selama ini hanya saluran tersier, sedangkan saluran primernya menjadi tanggungjawab provinsi.

Baca juga :  Terkait Penurunan Tarif Listrik Golongan Tegangan Rendah, PLN Siap Jalankan Keputusan Menteri ESDM

Terkait permintaan perbaikan jaringan irigasi itu, lanjut Samuel, dari PPK Pembangunan Irigasi Wuncung berjanji akan diusulkan ke Tahun 2021, dengan meminta masyarakat yang memiliki lahan di sepanjang jaringan tersebut rela menyerahkan lahannya untuk pembangunan jalan inspeksi, sehingga akses keluar masuk  angkutan material lancar.

“Dari PPK,  meminta saya supaya sepulang ke desa tolong himpunkan masyarakat sehingga bisa menyerahkan lahannya masing-masing di sepanjang jaringan irigasi untuk membukakan jalan inspeksi  sepanjang kurang lebih 5 kilo meter dari Lana menuju pintu utama saluran irigasi di Wae Renu, sehingga mempermudahkan akses keluar masuk angkutan material bangunan untuk  pembangunan pemeliharaan jaringan nanti,”urainya. (ade)