SengketaTanah Bukit Sylvia, PN Labuan Bajo Menangkan Oktavianus Leo

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.comSengketa lahan seluas 10 hektar yang berlokasi di Wae Cicu dan Bukit Sylvia Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) antara penggugat Oktavianus Leo dan tergugat Emilton,Cs sudah diputuskan di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo, Senin ((24/8/2020).

Perkara yang sudah berjalan kurang lebih tujuh bulan itu, sudah diputuskan dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim PN Labuan Bajo, Ni Made Dewi Sukrani, SH dalam putusan perkara Nomor 24/Pdt.G/2019/PN Lbj tentang sengketa lahan seluas 10 hektar yang berlokasi di Wae Cicu dan bukit sylvia Labuan Bajo Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur.

Kuasa Hukum Penggugat, Yohanes D.Tukan, SH kepada media ini via telepon selulernya, Senin (31/8/2020) malam menjelaskan, perkara sengketa lahan 10 hektar atas nama ahli waris penggugat Oktavianus Leo dan tergugat Emilton,Cs sudah diputuskan di Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Senin (24/8/2020) belum lama ini.

“Isi putusannya, mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian dalam artian bahwa kalau berkaitan dengan tanah seluruhnya menjadi hak penggugat Oktavianus Leo”, ujar Yohanes.

Baca juga :  Dinkes Mabar dan BOP-LBF Gelar Pelatihan Makanan Olahan Siap Saji

Dalam persidangan tersebut lanjut dia, majelis hakim telah menolak eksepsi para tergugat untuk seluruhnya. Selain itu, dalam perkara pokok, majelis hakim turut mengabulkan gugatan penggugat dan menyatakan hukum bahwa tanah sengketa yang terletak di Waecicu, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat  seluas 10 hektar itu, dengan batas tertera adalah tanah peninggalan almarhum Lois Leo  atau ayah dari ahli waris Oktavianus Leo.

Karena itu, menurut majelis hakim, kepada para tergugat yang telah menguasai dan mengalihkan tanah sengketa itu dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum, serta menghukum para tergugat untuk membayar biaya perkara secara tanggung renteng sebesar Rp 13.240.000.

Sementara itu fungsionaris adat sebagai penyerah tanah adat atau tergugat VII, H.Ramang Ishaka dan tergugat IX, Muhamad Syair oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Labuan Bajo dianggap tidak sah, seiring dengan proses peralihan hak oleh Gaspar Djat (tergugat V), Yeni Herlina atau istri Gaspar Djat (tergugat VI) dan Paulus Gande (tergugat VII) kepada tergugat X dan tergugat XI.

Baca juga :  Pengelolaan Perikanan di NTT, DKP Gandeng Pihak Ketiga

Selanjutnya, kata Yohanes, majelis hakim menyatakan hukum bahwa jual beli atau proses peralihan tanah oleh Rudolf Rihi yang merupakan ayah tergugat I, mertua tergugat III, tergugat Il dan tergugat IV kepada tergugat X dan tergugat XI adalah tidak sah.

Termasuk sertifikat hak milik nomor 499 dan sertifikat hak milik nomor 1118 masing-masing dengan nama pemegang hak Amelia Paulina Suryanto, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Oleh karenanya, lanjut Yohanes, kepada para tergugat atau kepada siapapun yang mendapat hak dari mereka untuk segera mengosongkan dan selanjutnya menyerahkan tanah sengketa tersebut kepada penggugat, bila perlu dengan bantuan alat negara atau pihak kepolisian.

Sidang perkara sengketa lahan seluas 10 hektar di Pengadilan Negeri Labuan Bajo itu dipimpin oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Ni Made Dewi Sukrani, S.H didampingi 2 hakim anggota masing-masing, I Gede Susila Guna Yasa, S.H dan Putu Gde Nuraharja Adi Partha, S. H, M. H dengan panitra pengganti, Irawati Julita Seran,S.H.

Baca juga :  BTNK dan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Terapkan Sistem Registrasi Online

Sebelumnya, sengketa kepemilikan lahan di daerah destinasi pariwisata super premium  kian memperihatinkan. Sebab, masalah kepemilikan lahan di daerah itu terus menjadi perhatian publik. Bagaimana tidak? Sejumlah pihak masing-masing mengklaim kepemilikan atas lahan-lahan yang ada.

Seperti yang dialami oleh Oktavianus Leo, warga Labuan Bajo. Tanah seluas 10 hektar milik Lois Leo (almarhum ayahnya) diklaim oleh Emilton dan Ramang Ishaka.  Tanah tersebut berlokasi di Wisata Bukit Sylvia, salah satu bukit wisata menarik di Labuan Bajo yang selama ini ramai dikunjungi para wisatawan, baik lokal, domestik maupun mancanegara.(lom)