Dinkes Mabar dan BOP-LBF Gelar Pelatihan Makanan Olahan Siap Saji

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Manggaarai Barat (Dinkes Mabar) menggelar pelatihan makanan olahan siap saji di Hotel Puri Sari Beach Labuan Bajo, Rabu (26/8/2020).

Direktur Utama BOP-LBF, Shana Fatina menjelaskan, rangkaian pelatihan yang dilaksanakan sejalan dengan tujuan program pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, ia juga memberi apresiasi kepada Dinas Kesehatan Mabar yang telah menyempatkan waktu dalam memberikan masukan kepada peserta pelaku usaha di bidang kuliner termasuk yang berkaitan dengan sanitasi dan sertifikasi layak sehat.

“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat yang telah mendukung program pelatihan ini. Kita semua paham peran Dinkes sangat penting untuk men-screening kelayakan setiap produk yang akan dikonsumsi masyarakat,” kata Shana.

Berbicara soal industri kuliner, lanjutnya, tentu tidak hanya soal produk, sebab, masih ada hal penting lainnya seperti jaminan kebersihan, sanitasi maupun sertifikasi kelayakan bagi setiap produk kuliner. Sebab, hal itu merupakan faktor utama. Pada tataran ini, kata Shana, Dinas Kesehatan setempat ikut berperan melakukan screening terhadap setiap produk yang akan dikonsumsi masyarakat nantinya.

Baca juga :  Pangkalan TNI Angkatan Laut di Labuan Bajo Diresmikan

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata itu juga mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan program-program pelatihan guna meningkatkan kompetensi dan memperkuat keterampilan yang sudah ada.

“BOP-LBF akan terus melaksanakan kegiatan pelatihan seperti ini. Saya sangat berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan, sehingga nantinya dapat mengembangkan UKM di bidang kuliner yang telah digeluti sebelumnya. Semoga yang akan memulai bisnis baru di bidang kuliner dapat menambah ilmu pengetahuan dari kegiatan pelatihan ini,” pungkas Shana Fatina.

Sementara itu, perwakilan DInas Kesehatan Mabar, Lidwina Tridia Rayen mengucapkan terima kasih kepada BOP-LBF yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Tridi berharap, kegiatan seperti ini terus dilakukan hingga memberi dampak positif bagi pengembangan pengolahan makanan siap saji serta menjadi produksi pangan yang baik untuk skala industri di wilayah itu.

“Terima kasih kepada BOP-LBF melalui pelatihan ini telah berusaha memberikan edukasi mengenai kelayakan produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga (IRT),”ucap Tridi Rayen.

Ia juga menekankan akan pentingnya 14 elemen CPPB-IRT untuk para peserta pelatihan yakni, lokasi dan lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas IRTP, peralatan produksi, suplai air atau sarana penyediaan air, fasilitas dan kegiatan higienis,  sanitasi, kesehatan dan higiene karyawan, pemeliharaan dan program higiene dan sanitasi, penyimpanan, pengendalian proses, label pangan, pengawasan oleh penanggung jawab, penarikan produk, pencatatan dan dokumentasi yang terakhir adalah pelatihan karyawan.

Baca juga :  Rencana Dirumahkan TKD Mabar, Petrus : Itu Kebijakan Keliru
Pembekalan Materi Ketrampilan Memasak

Chef Michael Wyag, yang khusus dihadirkan dalam memberikan pembekalan materi keterampilan memasak berpesan, agar para pelaku kuliner di Manggarai Barat harus disiplin terhadap kebersihan  terlebih dahulu dalam situasi pandemi saat ini.

Chef Profesional itu juga mengingatkan agar para pelaku kuliner tidak lupa membenahi legalitas dan sertifikasi (PIRT) dalam mengembangkan usaha kuliner baik bagi yang tengah merintis maupun yang sudah berjalan.

“Karena makanan yang kita buat akan dikonsumsi masuk kedalam perut, jika kita tidak disiplin soal  kebersihan, maka makanan yang kita konsumsi akan terkontaminasi kuman atau virus yang berdampak bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi makanan kita,” papar Chef Michael.

Ditambahkannya,peluang bisnis kuliner di kota destinasi pariwisata super premium seperti Labuan Bajo saat ini dan ke depanya sangat menjanjikan.

Baca juga :  Bupati Manggarai Launching Penggunaan Kartu Tani

“Nantinya akan banyak wisatawan berkunjung ke sini sudah pasti mereka membutuhkan ole-ole. Salah satu produk yang mudah dibawa untuk ole-ole adalah olahan makanan khas NTT seperti se’i yang kita coba buat hari ini ,” terang Chef Michael.

Sebelum menutup materinya, Chef Michael memberikan masukan agar para pelaku kuliner tidak ragu dan takut untuk melebarkan usahanya ke daerah lain di luar Flores.

“Labuan Bajo ini masuk rute tol laut, ini merupakan keuntungan kita bisa memasarkan kuliner khas kita keluar Labuan Bajo. Hanya butuh waktu 72 jam untuk sampai ke Surabaya jika kita kirim lewat transportasi laut. Dan’ juga lebarkan market anda di luar Labuan Bajo seperti Ruteng, Maumere, dan lainnya di dataran Flores,” tutup Chef Michael.(lom)