Gubernur NTT Mengajak DPRD TTU untuk Berpikir Global

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengajak DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk berpikir secara global, namun tidak menghilangkan identitas lokalnya.

“Mindset atau pola pikirnya internasional, tetapi identitasnya harus tetap mencerminkan kelokalan, tidak boleh hilang. Kemana kita pergi bahasa Timornya jelas. Berbahasa Timor yang baik, bila perlu dalam rapat DPRD menggunakan bahasa Timor semua, kecuali yang datang  itu orang dari luar, memang itu tidak boleh. Itu namanya cara baru membangun NTT,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendalaman Tugas Bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten TTU di Hotel Neo Aston Kupang, Selasa (25/8/2020).

DPRD TTU datang dalam ruangan berpakaian adat dan tenunan, harus mengembangkan kelokalan. Bagaimana cara berpikir internasionalnya DPRD TTU, bagaimana cara berpikir mengelola perbatasan

Kata Gubernur VBL, seorang DPRD harus tahu dan berani menyampaikan konsep-konsep pengelolaan perbatasan dari berbagai aspek, baik politik, sosial, ekonomi, budaya maupun dampak pertahananan keamanannya.

Sebagai gubernur, ia mengaku senang bertatap muka langsung dengan seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten TTU. Karena itu, ia  berterima kasih kepada BPSDMD Provinsi NTT yang  telah memfasilitasi dirinya  untuk hadir dalam pembukaan Bimtek tersebut.

Baca juga :  Cegah Penularan Covid-19, Polres Mabar Batasi Jam Malam Hingga Pukul 21.00 Wita

“Sejak menjadi gubernur, saya mencermati mengapa di provinsi ini selalu berjalan di tempat?  Karena kita tertarik sekali mengurus administrasi.  Jadi, kalau kita masih belajar administrasi, itu artinya kita masih pada taraf sekolah dasar (SD), Undang-Undang (UU) yang ada, tinggal dibaca dan dipelajari. Jadi, harus cerdas dalam memahami teknis administrasi dan UU yang ada, untuk mendesain bagi kesejahteraan masyarakat di daerah. Apa yang dimaksud dengan teknis dalam kitab undang-undang yaitu bagaimana aturan-aturan yang ada itu mampu kita pahami.  Kita mendesain untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat”, paparnya.

“Saya ingin mendorong kita semua agar keluar dari kebiasaan-kebiasaan lama kita, untuk membangun pemikiran-pemikiran baru. Contoh tentang pengelolaan aset, bagaimana cara kita mengelola aset  untuk membangun kesejahteraan rakyat. Semakin hari tugas anggota DPRD itu, semakin kompleks.  Untuk itu, dalam pengawasan data teknis, DPRD  wajib ikut ke dalam,” imbuhnya.

Dicontohkannya,  mau membangun bendungan atau mau membangun pertanian sekian hektar, maka data yang dimiliki harus jelas. Bibit jagungnya jenis apa, ada dimana, dan jumlahnya berapa.

Baca juga :  Pemdes Compang Longgo dan Masyarakat Galang Dana Bantu Pengobatan Adriel

Apakah sudah lewat musim hujan atau belum.  Kalau sudah lewat musim hujan, apakah ada sumur bornya, berapa sumur bornya  yang dibangun dari sumber dana APBD, berapa dari sumber dana APBN dan berapa dari sumber dana desanya.

“Kalau kita mampu membuat konsep-konsep dengan pemikiran-pemikiran yang baru dengan data-data yang jelas, maka itu berarti DPRD-nya sudah bekerja, sehingga siapapun bupatinya dengan sendirinya dia tentu mengikuti pemikiran-pemikiran DPRD yang cerdas itu. Kita bekerja bukan supaya saya jadi apa, tapi supaya rakyat jadi apa,” tukas orang nomor satu NTT itu.

VBL mengatakan, seorang politisi itu dia terpanggil pada saat dia diberikan amanat oleh rakyat dan Tuhan untuk menempati sebuah pos pelayanan, maka pasti dia akan mendesain dengan semangat lokalnya,  nasionalnya dan internasionalnya yang  mencengangkan.

DPR TTU, lanjutnya lagi,  harus tahu bagaimana hubungan internasional karena Kabupaten TTU mempunyai batas internasional dengan Negara Timor Leste. Bagaimana batas internasional itu dibuat, DPRD TTU wajib memberikan persetujuan atas kerjasama internasional dengan pemerintah daerah.

Baca juga :  Ribuan Warga Kota Kupang Antre Mengikuti Vaksin di Kampus Poltekes
POSE BERSAMA– Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berpose bersama para peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendalaman Tugas Bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten TTU di  Hotel Neo Aston Kupang, Selasa (25/8/2020). (Foto : Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Setda NTT)

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi NTT, Keron A. Petrus dalam laporannya menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memberi penguatan kompetensi tugas kedewanan dalam rangka membangun kemitraan dan mendorong sinergi percepatan pembangunan di daerah yang  berkontribusi pada pembangunan daerah dan nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten TTU sebanyak 30 orang, berlangsung dari tanggal 25 sampai dengan 27 Agustus 2020.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten TTU,Hendrik F. Bana dan para Anggota DPRD Kabupaten TTU, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr.Jelamu Ardu Marius, Staf Khusus Gubernur NTT, Samuel D. Pakereng  dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris A. Rihi. (ade/*)