KUPANG, NTT PEMBARUAN.com –Setiap warga binaan lembaga pemasyarakatan yang mendapatkan remisi  khususnya mereka yang bebas pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 haru bisa menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan produktif.

Harapan itu diungkapkan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasona H. Laoly saat memberikan sambutan dalam acara pemberian remisi umum bagi narapidana dan anak  pada HUT ke—75  Kemerdekaan RI yang disampaikan secara virtual dari Lapas Klas II A Kupang, Senin (17/8/2020).

Acara penyerahan remisi secara virtual meeting dengan tema “Indonesia Maju, Tetap Pasti di Masa Pandemi” itu dihadiri Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M, Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni , Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT, Merci Djone, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Depkeh dan HAM NTT, Mulyadi,  Kalapas Kelas II A Kupang, Badarudin A. Md,IP,S.HI dan para pejabat teras lainnya Lingkup Kanwil Depkeh dan HAM NTT.

Baca juga :  Terkendala Covid-19, Pasar Nggorang Belum Beroperasi

‘Revitalisasi pemasyarakatan jadi pilihan dan solusi masalah kemasyarakatan dengan tujuan mengantar warga binaan menjadi terampil dan mandiri, sehingga menjadi kontribusi SDM berkualitas bagi bangsa dan negara. Harus bisa menghasilkan karya untuk orang lain di luar sana. Anda harus membuktikan bahwa selama dibina di Lapas, anda bisa merubah sikap dan perilaku serta kembangkan potensi diri,” ungkap Yasonna.

“Kembalilah ke keluarga dan masyarakat. Untuk itu, saya menantang kamu untuk menunjukan skill dan kehebatanmu. Buktikan bahwa kamu bisa memiliki keterampilan yang baik ,sehingga bisa memperbaiki kualitas hidupmu. Saya sendiri kadang suka memberikan tamu-tamu saya dari luar negeri berupa souvenir-souvenir yang diciptakan mereka para narapidana dari yang masih dibina di Lapas atau yang sudah bebas. Teman-teman saya sendiri kagum karena souvenir ciptaan para narapidana atau mantan narapidana tersebut tentu punya nilai jual tinggi,” jelas Yasona.

Baca juga :  Yulius : "Saya Berusaha untuk Menghadirkan NasDem di Masyarakat"

Mengenai pengawasan lapas-lapas kita hingga  sat ini masih banyak informasi soal kedisiplinan pengawasan tahanan yang kurang baik, masih ada pungutan liar bahkan jaringan narkoba yang masuk hingga lapas termasuk melibatkan petugas lapas dan narapidana, menurut dia, merupakan masalah klasik yang harus dituntaskan dengan bena.

“Pemberian remisi  ini bagian dari rasa syukur kita terhadap HUT ke-75  RI, sebagaimana kita memberikan hak pada masyarakat kita dan juga memperlakukan warga kita dengan baik. Remisi ini juga tidak hanya dimaknai sebagak hak warga binaan, tetapi merupakan apresiasi negara atas pencapaian yang sudah dilakukan oleh warga binaan,” ujarnya.

Diharapkannya dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini tentunya para petugas Lapas harus kerja extra keras guna mencegah penyebaran penyakit,  maka dibutuhkan kewaspadaan tinggi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi penghuni rutan dan petugas Lapas.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Mabar Sudah Mencapai 4.443 Orang

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga mengatakan total narapidana yang menerima revisi umum Tahun 2020 berjumlah 119.175 orang.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, M.M mengatakan, pemberian remisi tersebut diharapkannya bagi narapidana yang bebas pun dapat kembali menjalani hidup yang normal dan bisa meningkatkan hidup yang lebih layak dengan bekerja memanfaatkan potensi diri, sehingga bisa berguna bagi masyarakat. (ade/*)