Di Kota Kupang, Belum Diizinkan KBM Tatap Muka

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Walaupun status Kota Kupang sekarang ini masuk pada zona kuning menuju zona hijau, namun oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si belum mengizinkan untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

“Dalam rangka menuju ke zona hijau itu, saya sudah menyurati Kepala TK,SD/MI,SMP/MTs se-Kota Kupang untuk melakukan berbagai persiapan pembelajaran tatap muka di era New Normal,” kata Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2020).

Surat bernomor 1033/DISDIKBUD.007/DIKDAS/2020 tanggal 11 Agustus 2020 yang di kirim ke semua sekolah mulai dari TK,SD/MI dan SMP/MTs itu merujuk pada siaran pers Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Kupang dan Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi NTT pada hari Senin, 27 Juli 2020 yang menyatakan status Kota Kupang pada zona kuning menuju zona hijau.

Selain itu, dalam siaran pers Menteri P dan K RI tanggal 9 Agustus 2020 menegaskan bahwa daerah dengan status zona kuning dan hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Baca juga :  30 Persen Pasien Covid-19 di NTT Transmisi Lokal

Atas dasar itulah, ia meminta pihak sekolah untuk melakukan berbagai persiapan pembelajaran tatap muka, pertama, protokol kesehatan bagi warga satuan pendidikan, kondisi satuan pendidikan dan KBM.

Bagi warga satuan pendidikan, wajib menggunakan masker kain non medis 3 lapis atau 2 lapis yang di dalamnya diisi tisu serta diganti setelah digunakan 4 jam, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik dan tidak memiliki gejala Covid-19 termasuk orang yang serumah peserta didik dan pendidik.

Selanjutnya, untuk kondisi satuan pendidikan yang harus ditaati seperti menjaga jarak minimal 1,5 meter. Misalnya, untuk PAUD maksimal 5 peserta didik/kelas,SD/MI maksimal 14 peserta didik/kelas, SMP/MTs maksimal 18 peserta didik/kelas, kantin tidak diperbolehkan, istirahat di luar kelas tidak diperbolehkan termasuk orangtua tidak boleh menunggu di sekolah.

Baca juga :  Satu Ruko dan Tiga Kios di Pasar Oeba Hangus Terbakar

Sedangkan, terkait dengan KBM, jumlah hari dan jam belajar menggunakan sistem bergiliran rombongan belajar (shift) ditentukan masing-masing satuan pendidikan sesuai situasi dan kebutuhan.

Masih berkaitan dengan KBM, sebelum dan sesudah KBM tiap shift wajib melakukan penyemprotan disinfektan pada semua ruang kelas, WC/kamar mandi, kantor dan lain-lain, tidak diperbolehkan kegiatan olahraga dan ekstra kurikuler, orangtua/wali peserta didik yang keberatan untuk KBM tatap muka harus melayani dengan belajar dari rumah (BDR), baik dalam bentuk online/daring maupun offline/luring.

Kedua, daftar periksa kesiapan yang wajib disiapkan satuan pendidikan meliputi, toilet/kamar mandi yang bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), alat penyemporatan disinfektan, dan memiliki alat pengukur suhu tubuh.

Syarat lain yang wajib dipenuhi, kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas tuna rungu, fasilitas cuci tangan/ember dengan air mengalir disediakan di depan kelas, sehingga siswa dan guru dapat mencuci tangan pada waktu masuk dan keluar kelas.

Baca juga :  Pemprov NTT Fokus Tangani DBD dan Masalah Sampah

Selain itu, membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka, dan tiap orangtua/wali peserta didik wajib menandatangani pernyataan di atas materai tentang kesediaan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran tatap muka nanti.

Ketiga, pengecekan kesiapan satuan pendidikan, dimana keputusan dimulainya KBM tatap muka bagi setiap satuan pendidikan diberikan oleh Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, setelah pengawas pembina melakukan pengecekan kesiapan protokol Covid-19 dan dinyatakan siap/lengkap oleh pihak sekolah. (ade)