Agustus 2020, UHC Kabupaten Kupang Capai 76,12 Persen

OELAMASI, NTT PEMBARUAN.com-   Agustus 2020, pencapaian Universal Health Coverage  (UHC) di Kabupaten Kupang sebesar 76,12 persen atau sekitar 289. 942 jiwa dari 380.908 jiwa  jumlah pnduduk Kabupaten Kupang.

Data itu disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kupang, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah,M.M saat bertatap muka dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Ir. Obed Laha dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Kabupaten Kupang di Aula Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Rabu (12/8/2020).

Menurut Fauzi, forum  tersebut untuk menindaklanjuti kebijakan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 beserta regulasi turunannya kepada sejumlah instansi terkait Lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang.

Dikatakannya, penerima bantuan iuran (PBI) Tahun 2020 yaitu PBI Jaminan Kesehatan   dan penerima bantuan iuran  daerah (PBID) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Baca juga :  Besok, Jenazah Bupati Lembata Diterbangkan ke Lewoleba

PBI adalah peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya dibayar oleh pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui peraturan pemerintah (PP).

Untuk Dinas Sosial Kabupaten Kupang, kata Fauzi,  belum 100 persen merekrut kartu fisik dari BPJS kepada warga Kabupaten Kupang. Ia berharap, proses pengusulan data anggota keluarga dapat diinformasikan selengkapnya oleh Dinas Sosial Kabupaten Kupang,  baik informasi data bayi yang baru lahir maupun pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Ir. Obed Laha mengatakan, materi yang sudah dipaparkan Kepala BPJS Cabang Kupang, sebagai refrensi dalam melakukan pendataan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non –DTKS di Kabupaten Kupang nanti.

Baca juga :  Bupati dan DPRD di NTT Komit Dukung Bank NTT

“Apa yang sudah dijelaskan oleh Kepala BPJS Cabang Kupang sangat penting bagi kita dalam melakukan pendataan DTKS dan non-DTKS untuk diusulkan ke BPJS Kesehatan.  Saya berharap, kerja sama yang baik  antara BPJS Kesehatan Kabupaten dengan  Dinas Sosial Kabupaten Kupang dan Dispenduk Kabupaten Kupang terkait kesiapan data terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Kepada para Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Kupang, Sekda Obed Laha meminta, untuk menjelaskan secara baik dan benar kepada BPJS Kesehatan tentang progres non-DTKS di Kabupaten Kupang selama ini.

“Jumlah non-DTKS di Kabupaten Kupang sebanyak 60.000 lebih, jika diusulkan semua dan diterima maka paling tidak kita mendapat dukungan dari pusat, sehingga penganggaran untuk  kita tidak terlalu berat. Tentunya ini menjadi catatan bagi kita untuk Tahun Anggaran 2020-2021 nanti. Untuk sementara, gunakan data yang ada ini untuk kita programkan ke Tahun 2021 dengan kisaran sebesar Rp 37.800 per peserta,” sebut Sekda Obet Laha. (ade/*)