Izin KBM Tatap Muka, SMKN 3 Kupang Bersurat ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kupang telah meminta izin ke Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kota Kupang untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolahnya.

Permohonan izin itu disampaikan dalam surat resmi bernomor : 146/I.21.I/SMK3/KP/2020 tanggal 30 Juli 2020 yang ditandatangani Kepala SMKN 3 Kupang, Jeni J.P Bhasarie,S.ST.Par,M.Par,namun sampai sekarang belum ada jawabannya.

“Kami menginginkan cepat –cepat untuk melakukan KBM tatap muka dengan para siswa karena saat ini, Kota Kupang statusnya sudah masuk dalam zona kuning,” kata Kepala SMKN 3 Kupang, Jeni J.P Bhasarie,S.ST.Par,M.Par didampingi Waka Kurikulumnya, Flora Touselak,S.E,M.Pd kepada wartawan di SMKN 3 Kupang, Senin (10/8/2020).

Baca juga :  Ribuan Pendukung Antar Paket Edi-Weng Daftar di KPU Mabar

Dalam surat permohonan izin itu, pihaknya telah mengagendakan KBM tatap mukanya direncanakan mulai Senin, 3 Agustus 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, namun sampai hari ini suratnya belum dibalas.

Jika itu dizinkan,  maka pihak sekolah melakukan KBM tatap muka dengan menggunakan sistem shift, yakni Senin –Selasa untuk kelas X dengan sistem 2 shift mulai dari jam 07.00 Wita –jam 12.00 Wita.

Hal yang sama juga diberlakukan untuk kelas XI dengan jadwal KBM dari hari Rabu—Kamis, dan kelas XII dari hari Jumat –Sabtu.  Misalnya, dalam satu kelas terdapat 40 orang siswa, maka dibagi 2 shift menjadi 20 orang/ruangan.

“Kita hanya melakukan KBM dari jam 07.00 Wita – jam 12.00 Wita, setelah itu tidak ada aktifitas lagi di sekolah. Dan’ sebelum KBM dimulai, akan disiapkan dua orang guru dan dua orang Satpam di depan pintu gerbang masuk sekolah untuk mengukur suhu tubuh para siswa dan para guru,” urainya.

Baca juga :  Capai 7.946 MW, PLN Terus Dorong Pemanfaatan EBT

Selain itu, lanjut dia, semua ruang kelas termasuk ruang kerja guru dilakukan penyemprotan disinfektan setiap pagi, dengan mewajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sehingga benar-benar bebas dari penyebaran virus corona.

“Saya berharap, secepatnya dilakukan KBM tatap muka dengan siswa. Sebab, dengan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama ini sepertinya hambar.  Untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM), tidak cukup melalui daring/online. Karena SMK itu yang dibutuhkan adalah skill dan mentalnya harus digodok sebelum menuju ke dunia usaha,”tandas Jeni. (ade)