Bentuk SDM Yang Berkualitas, Wagub NTT : Perlu Lakukan Revolusi Radikal

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur  (Wagub NTT), Josef Nae Soi mengatakan, untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) NTT yang berkualitas perlu melakukan revolusi radikal.

“Kita harus melakukan suatu revolusi radikal. Ini harus dilakukan secara serius. Masalah pembentukan SDM di NTT tidak bisa kerja dengan cara-cara biasa, tapi dengan cara luar biasa diikuti inovasi terus-menerus,” kata Wagub Nae Soi pada acara  pengukuhan  Ny. Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Pendidikan  Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (7/8/2020).

Mengubah orang, kata Wagub Nae Soi,  harus dilakukan sejak usia dini bahkan harus dibentuk sejak dalam kandungan. Tak heran, bila ibu-ibu yang mengandung sering mengusap-usap kandungannya dan berbicara dengan janin sejak usia tiga bulan untuk membentuk alam bawah sadar anaknya.

Putra Ngada itu mengatakan, peranan PAUD dalam membentuk dan memberi warna pada karakter anak sangatlah vital. Pendidikan harus dilakukan secara sadar dan terus-menerus dengan melakukan bimbingan, pengajaran dan latihan sehingga anak-anak bisa memiliki spiritualitas, akhlak dan kompetensi sejak kecil.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang

“Minimal ada enam karakter  yang bisa dibentuk sejak PAUD, yakni kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan. Dan’ untuk tercapainya hal-hal ini, pendekatan dan hati seorang ibu sangatlah dibutuhkan,” ungkap politisi Golkar tersebut.

Mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM itu, memberikan apresiasi dan penghargaan sebesar-sebesarnya  terhadap apa yang telah dilakukan oleh Tim Penggerak PKK dan para Bunda PAUD di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT  untuk menghasilkan generasi NTT yang lebih bermutu ke depannya.

“Ke depan, saya minta teman-teman di perangkat daerah agar cukup jadi regulator saja. Kita jangan sungkan-sungkan kolaborasi dengan PKK dan para Bunda  PAUD karena mereka memiliki cinta lebih dari kita. Cinta dalam arti  perhatian, keadilan, dan berbagi dengan tulus. Mereka kerja tanpa gaji dan selalu bersama dengan masyarakat dan anak-anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Bunda PAUD NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, selama dua tahun PKK NTT telah menjalankan tugas untuk mengembangkan PAUD, mengambil bagian dalam semangat membangun NTT dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia.

“Kami, para perempuan dan wanita seluruh NTT ingin membantu Gubernur dan Wagub  NTT dalam pengembangan SDM. Kita memiliki  sekitar 3.236 desa se- NTT.  Kami sadar belum mampu menjangkau semua. Karena itu, kami sepakat memilih 22 desa model PKK selama dua tahun ini. Kami fokus di desa-desa ini. Dan di desa-desa ini, kami punya PAUD model,” sebut Julie Laiskodat.

Baca juga :  Wagub NTT : Pariwisata Punya Manfaat Besar Bagi Ekonomi NTT

Kata Julie Laiskodat, Anggota Komisi IV DPR RI itu cita-citanya sebagai koordinator para Bunda PAUD di NTT adalah mendorong semakin banyaknya PAUD di NTT terakreditasi. Karena menurut data dari UNICEF, di NTT banyak PAUD yang liar dan  tidak terakreditasi.

“Para orangtua umumnya berpikir PAUD hanya sebagai tempat penitipan anak. Padahal, pendidikan harusnya dimulai dari masa ini. Di desa model, kami mengedukasi para orangtua tentang peranan penting PAUD sebagai tempat dimulainya dasar pembentukan SDM ,” kata Ketua Dekranasda NTT itu.

Julie Sutrisno mengharapkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTT untuk peningkatan sarana, prasarana dan alat-alat permainan. Fokus kerja ke depan adalah meningkatkan kompentensi dan sertifikasi guru-guru PAUD.

“Para guru PAUD ini sebagian besar tidak digaji dan dibayar. Hanya karena mereka punya hati untuk mengajar dan berbagi. Karenanya, kami meminta Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  untuk memberikan masukan buat para kepala desa untuk memanfaatkan dana desa bagi pengembangan PAUD termasuk memberikan insentif kepada para guru PAUD,” ajaknya.

Baca juga :  Satu Penumpang KM Sangke Palangga Reaktif Rapid Tes

Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat berdasarkan SK Gubernur NTT Nomor 239/KEP/HK/2020. Sementara, para Ketua Tim Penggerak PKK/Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTT mengikuti acara pengukuhan ini secara virtual.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua PKK NTT, Ny.Maria Fransisk Jogo, Kepala Balai PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) NTT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ny. Maria B. Advensia Salem, Kadis Kesehatan NTT, perwakilan organisasi perempuan, para mitra PAUD dan undangan lainnya. (ade/*)