Gubernur VBL : Guru Harus Mampu Membentuk Karakter Siswa

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com –Gubernur  Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan peran seorang guru bukan sebagai sumber ilmu, namun lebih kepada bagaimana dapat mengarahkan para murid untuk membentuk karakter diri para siswa/i yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Gubernur VBL  saat bertatap muka dengan Kepala SMAK Bhaktyarsa Maumere, Suster Marcelina Lidi, S.SPS di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2020).

Ada dua hal yang menjadi perhatian khusus, yakni peran para guru dalam membentuk karakter siswa/i dan persoalan sosial budaya adat istiadat yang juga mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan karakter siswa/i  di NTT.

“Tugas guru itu bukan sebagai sumber ilmu, tapi harus menjadi pendamping yang baik bagi siswa/i dalam menemukan karakter dirinya sandiri. Dan’ seorang guru tentu harus memiliki integritas tinggi,” kata Gubernur VBL.

Baca juga :  Gubernur NTT Mengajak DPRD TTU untuk Berpikir Global

Orang yang hebat, menurut dia, bukan orang yang tidak punya salah, karena jika dia membuat kesalahan berarti dia bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Suster Marcelina mengatakan walaupun pendidikan di lingkungan sekolah katolik telah memenuhi sebagian unsur pendidikan penguatan karakter, namun kualitas dan kapasitas dari guru pun juga menjadi faktor penting  penentuan kualitas karakter para siswa/i terlebih dari tingkat pendidikan yang paling bawah.

“Yang harus diubah mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) adalah bobot gurunya, dan kualitas gurunya. Guru TK, selain berpendidikan tinggi juga memiliki integritas yang tinggi pula. Hal yang paling berat sebenarnya adalah peran guru TK dan SD karena peran merekalah yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa/i mulai dari usia dini,” terang Suster Mercelina.

Baca juga :  PLN Hadirkan Listrik di 20 Desa dan 1 Dusun Terpencil di NTT

“Banyak orangtua yang secara ekonomi kurang mampu, tapi selalu memaksakan diri membuat pesta yang besar untuk acara anaknya. Contohnya, acara nikah, ulang tahun anak serta sambut baru. Hal-hal seperti inilah yang membuat kita tidak maju-maju”, pungkasnya.

Turut hadir pada saat itu, Staf Khusus Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),  Prof. Daniel Kameo, Pius Rengka dan Anwar Pua Geno. (ade/*)