Tenggelam di Perairan Pantai Rabasa Haeraen, Satu Nelayan Masih Dalam Pencarian

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Dari dua nelayan yang perahunya tenggelam dihantam gelombang saat memancing ikan  di Perairan Pantai Rabasa Haeraen, Kabupaten Malaka, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/7/2020), satunya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia atas nama korban Serfas Seran Bria (26), sedangkan satunya lagi atas nama Yasentus Nahak Bria (26) masih dalam pencarian Tim Basarnas.

Informasi kecelakaan kedua nelayan ini disampaikan  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer,S.E,M.M melalui siaran pers Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang yang diterima media ini, Selasa (28/7/2020) malam.

Disebutkan, Selasa (28/7/2020) pukul 10.10 Wita, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang menerima laporan dari saudara Robertus Banhae tentang kecelakaan kapal, 1 (satu) buah perahu body POB 2 (dua) orang dihantam gelombang saat mancing ikan di Perairan Pantai Rabasa Haeraen Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

Baca juga :  Wagub NTT Paparkan Sejumlah Kegiatan Pemprov NTT Tahun 2020

Dari laporan yang terima, diketahui bahwa pada hari Minggu,  26 Juli 2020  pukul 02.30 Wita, 2 (dua) orang nelayan kembali saat selesai mancing, perahu dihantam gelombang sehingga terjatuh dan tenggelam.  Kedua nelayan itu  masing-masing Yasentus Nahak Bria (26) dan Serfas Seran Bria (26).

Pada hari Senin, 27 Juli 2020 pukul 17.15 Wita, korban atas nama  Serfas Seran Bria (26)  ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Muara Hasansorutolus pada koordinat 09°41’06.05”S-124°56’29.86”E, 1, sedangkan  satu korban atas nama Yasentus Nahak Bria (26) masih dalam pencarian.

Selanjutnya, pada hari Selasa, 28 Juli 2020  pukul 10.30 Wita, diberangkatkan 1 (satu) Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang berjumlah 8 (delapan) orang dengan menggunakan 1 (satu) unit Truck Personil dan 1 (satu) unit Rescue D-Max dilengkapi palsar laut lainnya menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi SAR.

Baca juga :  Masyarakat Pemilik Lahan di Luwuk dan Lengko Lolok Membantah Diintimidasi

Pukul 15.55 Wita, Tim Rescue tiba di Pantai Rabasa Haeraen Kabupaten Malaka, pada koordinat 09°41’31.344”S-124°53’59.322”E. Selanjutnya, langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan masyarakat setempat.

Tim Rescue Basarnas Kupang  dibantu oleh Dinas Sosial Kabupaten Malaka (Tagana) yang didukung langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malaka, Folgentinus Bere Fahik, S.Pd, Kades Rabasa dan masyarakat setempat langsung melaksanakan Operasi SAR.

Hingga pukul 18.00 Wita, Operasi SAR dengan hasil sementara masih nihil, maka dilanjutkan Rabu, 29 Juli 2020 pukul 05.30 Wita.

Unsur SAR yang terlibat, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Dinas Sosial (Tagana) Malaka, BPBD Kabupaten Malaka, keluarga korban dan masyarakat setempat. (ade/*)