Terhalang Covid-19, Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke NTT Menurun

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama masa Covid-19 sejak diberlakukan penutupan penerbangan 22 Maret hingga 22 Mei 2020 lalu menurun.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Wayan Darmawa,M.T kepada wartawan di Kupang, Senin (20/7/2020).

Wayan mengatakan, kunjungan wisawatan ke NTT pada Tahun 2019 sebanyak 1,4 juta lebih orang, naik 14 persen dibandingkan Tahun 2018.  Namun,  pada Tahun 2020, posisi sampai dengan Juli 2020 kunjungan wisatawan ke NTT sekitar 130.000-an atau mengalami penurunan yang drastis.

“Penutupan penerbangan berdampak pada kunjungan wisatawan.  Karena kita juga melakukan penutupan destinasi wisata selama masa Covid-19 dari 22 Maret sampai  dengan  22 Mei 2020, sehingga mengalami penurunan jumlah wisatawan,”ujar Wayan.

Baca juga :  Pengelolaan Perikanan di NTT, DKP Gandeng Pihak Ketiga

Setelah dilakukan pembukaan new   normal destinasi, dan dengan adanya penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya dan Denpasar ke NTT maka kunjungan wisatawannya meningkat drastis, terutama wisatawan lokal.

Kuncinya, menurut dia, jumlah wisatawan yang datang itu tergantung penerbangan.  Kalau penerbangannya sudah normal, otomatis mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.

“Kita berharap, di periode Juli-Desember 2020 nanti jangan ada kasus Covid-19 lagi. Kalau bisa jumlahnya semakin menurun sehingga berangsur normal,” harapnya.

Selama masa new normal ini, semua destinasi wisata di NTT tetap memberlakukan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan melakukan pemnbatasan jumlah kunjungan.

“Walaupun terjadi penurunan kunjungan wisatawan di Tahun 2020, kita berharap jangan sampai di atas 60 persen, tetapi menurun sekitar 40 persen. Mengingat destinasi wisata kita di NTT cocok dengan protokol kesehatan, karena kebanyakan destinasi wisata di NTT lebih banyak mengandalkan alam yang memungkinkan orang datang dalam jumlah yang besar ke lokasi destinasi,” urai dia.

Baca juga :  Menag Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kondisinya Baik

Tetapi, persoalannya kapasitas penerbangan dan wisawatan mancanegara belum bisa akses sebagaimana pada kondisi normal. Misalnya, Bali, sebagai salah satu Bandara Internasional belum membuka peluang kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah itu yang berdampak langsung pada kunjungan wisatawan mancanegara ke NTT. (ade)