Operasi SAR Dihentikan, Enam Korban Tenggelam KM Kasih 25 Belum Ditemukan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Dari 29 orang penumpang, dan anak buah kapal (ABK) termasuk nahkoda Kapal Motor (KM) Kasih 25 yang tenggelam di Perairan Pukuafu Selat Rote, Minggu (5/7/2020) hingga pencarian hari ketujuh, Sabtu (11/7/2020) enam korban masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan.

Enam orang yang belum ditemukan itu masing-masing,  Elisabeth Poy-Bulan (penumpang), Stefania Bulan (penumpang), Stevano Bulan (penumpang),  Jhon Mulik (penumpang),  Ardiyanto Poy (penumpang), dan Mus Toudua (ABK).

Sedangkan, 4 korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yakni  Felycia Bulan (penumpang), Janwar Safian Poy (penumpang), Titinia Poy (penumpang) dan Fone Fiktoria Hana Poy – Fuah (penumpang).

Sementara, 19 korban lainnya yang ditemukan dalam keadaan selamat adalah  Frengky Liu (ABK), Yosan Lada (ABK), Faldo Lodo (ABK),  Abiatar Doroh (ABK), Frid Doroh (ABK), Romi Nggause (ABK), Nando Nggause (ABK), Frengki Doroh (Nahkoda),  Nimbrot Malole (ABK),  Yos Poy (ABK) dan  Man Doroh (ABK).

Baca juga :  Belum Ditemukan, Enam Korban Tenggelam Kapal Kasih 25 di Perairan Pukuafu

Berikutnya,  Hes Mulik (penumpang), Jefry Poy (penumpang), Fredik Poy (penumpang), Molan Bulan (penumpang),  Desru Seran (penumpang),  Neira Poy (penumpang),  Novi Poy (penumpang) da Anita Oan (penumpang).

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer,S.E,M.M saat memimpin rapat penutupan operasi SAR kecelakaan Kapal KM Kasih 25 yang tenggelam di Perairan Pukuafu Selat Rote  melalui siaran pers Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Sabtu (11/7/2020).

Pada hari Sabtu, 11 Juli 2020 pukul 06.00 Wita, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan penyisiran hingga pukul 12.20 Wita, operasi SAR dengan hasil sementara masih nihil, KN SAR Antareja 233 dan KNP 340 KPLP kembali ke Pelabuhan Navigasi, sandar di dermaga dalam keadaan aman dan selanjutnya melaksanakan debriefing dan ABK melakukan pembersihan KN SAR Antareja 233.

Pada pukul 15.00 Wita, dilakukan rapat terbatas yang dipimpin oleh SMC bersama instansi/ potensi SAR yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi SAR, keluarga para korban serta penandatanganan kesepakatan bersama hasil operasi SAR terhadap kecelakaan KM Kasih 25 oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer,S.E,M.M, selaku SMC, Polda NTT, BMKG, Dishub Provinsi NTT, Dinsos Provinsi NTT, KPLP Kupang, Kades Tablolong bahwa pada tanggal 11 Juli 2020 pukul 15.32 Wita, Operasi SAR terhadap kecelakaan KM Kasih 25 ditutup dan apabila tanda-tanda korban ditemukan, Operasi SAR akan dibuka kembali.

Baca juga :  Gubernur Laiskodat : Data Detail KUR Mikro Untuk Sinergitas dan Intervensi

Hasil evaluasi dan analisa, koordinasi dengan pihak keluarga korban menerima bahwa pencarian dihentikan serta berterimakasih kepada Tim SAR Gabungan atas upaya maksimal yang telah dilakukan. Namun, siaga SAR dan pemantauan tetap dilakukan.

“Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh Tim SAR Gabungan, semoga jerih payah yang baik dari kita semua mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam pengapdian misi kemanusiaan ini,”ucap Frizer.

Kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia, ia menyampaikan turut berduka cita yang mendalam, kiranya Tuhan  memberikan kekuatan dan penghiburan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Unsur SAR yang terlibat,  Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Pos Siaga SAR Rote, ABK KN SAR Antareja 233, Polda NTT, KSOP Kupang, BPBD Provinsi NTT, Bakamla Kupang, Navigasi Kupang, Tagana Provinsi NTT, KPLP Kupang, BPBD Kabupaten Rote Ndao, Polairud Rote Ndao, Polres Rote Ndao, Lanal Rote, Polsek Rote Timur, Pos AL Papela, keluarga korban, dan masyarakat. (ade/*)