Terkait Jalan Yang Rusak di Matani, Tujuh Tomas Akan Temui Bupati Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com—Menurut rencana, dalam waktu dekat ini tujuh tokoh masyarakat (Tomas) di Dusun III dan Dusun IV, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah akan menemui Bupati Kupang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak di wilayah itu.

Ketujuh Tomas yang akan menemui Bupati Kupang itu nanti dipilih langsung oleh masyarakat dua dusun dalam rapat bersama yang dipimpin oleh Kepala Dusun IV sekaligus mewakili Kepala Desa Penfui Timur,  Fredik Taebenu di kediamannya di Nefofatu, Minggu (21/6/2020).

Tomas yang telah dipilih itu adalah Yopi M. Taebenu, Andreas Lero, Petrus Moron,  Andreas Pareira, Kanisius Seda, Gani Moron, selaku Sekretaris Karang Taruna bersama Ketua RT/RW di Wilayah Dusun III dan Dusun IV Desa Penfui Timur.

Kepala Dusun IV, Desa Penfui Timur yang juga mewakili Kepala Desa Penfui Timur, Fredik Taebenu kepada wartawan media ini usai rapat tersebut menyebutkan, ada tiga agenda yang dibahas dalam rapat, yaitu masalah polusi udara yang ditimbulkan akibat jalan yang rusak mulai dari jalan masuk Matani yang melintasi Wilayah Dusun III dan Dusun IV  Desa Penfui Timur,  pelebaran jalan 8 meter sesuai pengukuran sebelumnya dan pemetaan wilayah RT/RW di dua dusun tersebut.

Baca juga :  Diresmikan, KMP Garda Maritim 3 Lintas Kupang-Rote

Dari ketiga agenda rapat itu, yang menjadi prioritas dalam pembahasannya adalah lebih banyak berbicara tentang kondisi medan jalan yang rusak saat ini.

Karena itu, dalam rapat tersebut menghasilkan enam poin rekomendasi yang nantinya diperjuangkan oleh tujuh Tomas dan tokoh adat yang  telah dipercayakan didukung oleh pemerintah setempat,  dalam hal ini para Ketua RT/RW, Kadus III, Kadus IV dan Pemerintah Desa (Pemdes) Penfui Timur.

Enam rekomendasi yang dihasilkan itu antara lain, menindaklanjuti aspirasi masyarakat  segera bersurat ke Bupati Kupang untuk memperbaiki jalan yang rusak dengan tembusannya disampaikan kepada beberapa perusahaan yang bermukim di Dusun III dan Dusun IV, Desa Penfui Timur, yakni PT. Bumi Indah, Devloper PT.Pondok Indah Matani,dan dua CV lainnya.

Baca juga :  Gubernur NTT : Kehadiran Kepolisian, Kejaksaan dan TNI Harus Mensejahterakan Masyarakat

“Dalam surat yang diajukan ke Bupati Kupang  dan dinas terkait itu nanti, kita akan memberi waktu selama dua minggu untuk dijawab. Jika dalam tenggang waktu dua minggu belum dijawab, maka masyarakat terpaksa melakukan pemblokiran jalan masuk Matani, Desa Penfui Timur sampai dengan adanya jawaban yang jelas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang,” tegas Taebenu.

Sebaliknya, lanjut dia,  apabila Pemkab Kupang dan dinas terkait segera merespon keluhan masyarakat terkait jalan yang rusak itu,  maka masyarakat siap memberikan lahannya  untuk membuka pelebaran badan jalan sesuai kesepakatan terdahulu yaitu 8 meter.

Taebenu juga berjanji, sejumlah kesepakatan yang ada akan diteruskan ke Pemdes Penfui Timur guna ditindaklanjuti. “Mudah-mudahan setelah surat kami ada di meja Bupati Kupang nanti, dapat ditanggapi selambat-lambatnya dua minggu setelah surat masuk,” harapnya.

Inilah para peserta rapat yang hadir saat pertemuan di kediaman Kepala Dusun IV, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (21/6/2020)

Andreas Lero, salah satu tokoh masyarakat (Tomas) Desa Penfui Timur yang dipilih oleh masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi ke Bupati Kupang kepada media ini mengharapkan kepada Pemkab Kupang untuk segera merespon keluhan masyarakat terkait perbaikan jalan yang rusak tersebut.

Baca juga :  Gubernur NTT Tinjau Realisasi Jalan Provinsi di Mabar

“Kami masyarakat  dari dua dusun ini, yakni Dusun III dan Dusun IV, Desa Penfui Timur  mengharapkan kepada Bupati Kupang untuk  segera menindaklanjuti dan menjawab keluhan masyarakat yang dituangkan dalam  kesepakatan bersama itu dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya,”kata Lero.

Turut hadir dalam pertemuan itu, dua Babinsa Desa Penfui Timur, yakni TNI AU, Melki Abanat dan TNI AD, Joaqim Pareira dan Lodovikus dari Polsek Kupang Tengah. (ade)