New Normal, Kepsek SMKN 4 Kupang Himbau Para Pegawainya Taati Protokol Kesehatan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd  menghimbau para pegawainya mulai dari guru-guru, pegawai tata usaha termasuk siswa/i tetap menaati protokol kesehatan pada situasi new normal  yang telah berlaku sejak 15 Juni 2020.

Himbauan itu  mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 37 Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) tertanggal 10 Juni 2020  tentang himbauan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemprov NTT terkait beraktivitas di kantor seperti biasa pada situasi new normal sejak 15 Juni 2020.

“Walaupun siswa/i belum masuk sekolah, saya mengharapkan para guru dan pegawai tata usaha untuk berkantor seperti biasa dengan menerapkan prosedur Covid-19,  sedangkan absensi baik manual maupun elektronik, kita gunakan seperti biasa,” tandas Ndolu kepada wartawan di Aula Ruang Rapat Kantor SMKN 4 Kupang, Senin (15/6/2020).

Baca juga :  Basarnas Kupang Berhasil Evakuasi Kapal Penampung Ikan yang Mengalami Lost Contact

Terkait pemberlakukan new normal, sekolahnya sudah siap menerapkan protokol kesehatan, seperti penyediaan air cuci tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan, thermogun, memakai masker dan lain-lain yang berkaitan dengan alat pelindung diri (ADP).

Soal cara penggunaan APD kepada para siswa/i nanti, pihaknya berjanji akan  melakukan edukasi kepada siswa/i-nya, sehingga mereka bisa menjaga diri dengan menggunakan masker dan lain-lain ketika berkomunikasi dengan rekan-rekannya atau pun pihak lain.

Menyinggung soal kriteria kenaikan kelas di sekolahnya, Ndolu mengaku, dirinya  telah melakukan rapat bersama dewan guru untuk penetapan kriterianya. Sedangkan, untuk penyerahan rapor, pihaknya akan mengikuti berpedoman Surat Edaran  dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Jika merujuk pada SE Dinas P dan K NTT, kata dia,  ada dua opsi yang dipakai, pertama adalah tidak menghadirkan siswa ke sekolah untuk berkumpul mengambil rapor dan opsi kedua, menggunakan jasa pengiriman.

Baca juga :  Gubernur : Mari Bersinergi, Agar Masyarakat Yakin Negara Hadir di NTT

“Oleh karena itu, kami memilih opsi yang pertama, tidak menghadirkan orangtua atau siswa mengambil rapor di sekolah, tetapi wali kelas langsung mendatangi alamat rumah masing-masing siswa, tentunya terlebih dahulu membuat pemberitahuan kepada siswa yang akan didatangi, sehingga mereka siap menunggu,” terangnya.

Dalam hal ini, wali kelas menjadi duta dari sekolah sekaligus mendapatkan input atau masukan dari orangtua siswa terkait dengan kondisi mereka, kendala-kendala yang dialami selama masa pandemi Covid-19 dalam mengikuti pembelajaran secara daring.

“Itulah yang nanti kita jadikan sebagai masukan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan-kebijakan di tahun ajaran yang baru. Jadi, bukan sekedar antar rapor, tetapi kita mau merekap semua masukan-masukan dari orangtua siswa untuk pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Baca juga :  NTT Pembaruan dan Berita Antara Terima Penghargaan dari Basarnas

Dari 600 siswa yang ada di sekolahnya, pihaknya belum memutuskan berapa jumlah siswa yang naik kelas dan  berapa jumlah siswa yang tidak naik kelas. Menurut rencana, tanggal 18 Juni 2020  sekolah akan mengadakan rapat untuk menetapkan siswa yang naik kelas dan siswa yang tidak naik kelas dilanjutkan dengan pembagian rapor tanggal 20 Juni 2020. (ade)