New Normal Covid-19, Dinas Dukcapil Kota Kupang Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Pada masa New Normal Covid-19 yang diberlakukan mulai Senin, 15 Juni 2020 mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinas Dukcapil) Kota Kupang dalam melayani administrasi kependudukan kepada masyarakatnya tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengukur suhu tubuh, dan membatasi jumlah masyarakat yang akan dilayani.

“Prinsipnya,  Dinas Dukcapil Kota Kupang adalah sebuah dinas pelayanan publik, sehingga wajib hukumnya memberikan pelayanan di bidang administrasi kependudukan kepada rakyat Kota Kupang.  Ini adalah bentuk perhatian pemerintah atau negara untuk melayani warga negaranya atau masyarakatnya. Namun, situasi saat ini berbeda dengan situasi sebelumnya karena sementara suasana Covid-19, sehingga protokol kesehatan pun tetap diberlakukan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengukur suhu badan,”tandas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse kepada media ini di Kupang, Kamis (11/6/2020).

Baca juga :  Usulan Pendirian SMKN Dari Masyarakat Wewa Sementara Dalam Kajian Dinas P dan K NTT

Kata Agus, Dinas Dukcapil Kota Kupang saat ini mengalami keterbatasan stok blangko Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena terhambat dengan Covid-19 untuk mengambil di Jakarta.  “Karena Covid-19, kita tidak bisa ke Jakarta untuk mengambil blangko KTP. Dimana, semua pejabat dan pegawai dilarang untuk bertugas ke luar kota. Karena itu, saya minta masyarakat memahami hal ini,” pinta dia.

Stok blangko KTP yang tersedia di kantornya saat ini berkisar antara 500—600 keping blangko. Stok yang ada itu, menurut perkiraannya, bisa habis dalam waktu 1-2 hari ke depan.

“Memang kita tetap melayani masyarakat, tetapi kesulitannya adalah keterbatasan blangko KTP. Saya optimis, kalau stok blangkonya banyak maka pelayanannya juga cepat. Artinya, mengurus hari itu mulai dari perekaman e-KTP di kecamatan masing—masing lalu membawa slipnya ke Dinas Dukcapil Kota Kupang langsung terima,” jelasnya.

Baca juga :  Terkonfirmasi Covid-19, Satu Paslon Bupati dan Wabup Ngada Tertunda Pemeriksaan Narkobanya

Ia mengatakan, kalau ada masyarakat yang mengeluh terkait pelayanan administrasi kependudukan itu terlalu lama, seperti pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP, Kartu Keluarga, Kartu Identitas  Anak (KIA), Akte Kelahiran,  Akte Kematian dan sebagainya berarti orang itu hanya duduk-duduk pangku tangan dan bermain handphone saja di rumah, tidak mau bersabar menunggu nomor antrean di Dinas Dukcapil.

“Dia lupa, bahwa kecepatan kita saat ini sudah di level 1000 kilo meter per jam. Sementara dia masih bermain di 60 kilo meter per jam. Dinas Dukcapil ini melayani masyarakat setiap hari berkisar antara 200 -300 orang per hari, sehingga kalau melakukan perekaman e—KTP hari itu langsung terima memang. Jadi, kalau ada orang yang menilai pengurusan e-KTP itu terlalu lama, berarti orang itu baru bangun dari tidur dan hanya otak atik HP di rumah. Kalau datang ke Dinas Dukcapil Kota Kupang  juga harus bersabar menunggu nomor antre. Sebab, kita melayani berdasarkan nomor antre,” urainya.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang
Pelayanan Berdasarkan Zona

Menurut rencana, mulai Senin, 15 Juni 2020, pihaknya akan membagikan pelayanan berdasarkan zona dan giliran pertama adalah Kecamatan Oebobo akan dilayani pada hari Senin, 15 Juni 2020.

Berikutnya, Selasa, 16 Juni 2020 pelayanan di Kecamatan Kelapa Lima, Rabu, 17 Juni 2020 di Kecamatan Maulafa, Kamis, 18 Juni 2020 di Kecamatan Alak, Jumat, 19 Juni 2020 di Kecamatan Kota Raja dan Kota Lama. (ade)