Tahun Ajaran 2020/2021 PKBM Pelihara Lakukan Layanan Pembelajaran Berbasis Digital

MBAY, NTT PEMBARUAN. com – Pendidikan Non Formal PKBM Pelihara Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Tahun Ajaran 2020/2021 yang menyelenggarakan Pendidikan Non Formal (PNF) atau pendidikan kesetaraan paket A (setaraSD), paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA) akan menyelenggarakan pendidikan kesetaraan berbasis digital dengan muatan khusus Teknologi Informasi dan Komputer Jaringan (TIKJ), Tata Boga, Tata Busana, Otomotif.

Untuk mendukung kelancaran pembelajaran tersebut warga belajar yang mendaftarkan diri untuk memilih belajar di PKBM Pelihara dan khusus yang tamat Tahun Ajaran 2019/2020 (tahun 2020) baik tamat SD dan tamat SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA) akan dibagikan tablet android untuk sarana pembelajaran, kata Direktur PKBM Pelihara Kabupaten Nagekeo, Oskarinus Meta kepada media ini di Mbay, Minggu (7/6/2020).

Adapun syaratnya yakni warga belajar/siswa paket A (setara SD), paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA) yang tamat Tahun 2020 cukup membayar uang kontribusi pembangunan sebesar Rp 1.250.000 akan mendapatkan tablet android.

Baca juga :  BPJS Kesehatan Sumbang 175 Juta untuk Korban Seroja di NTT

Kontribusi pembangunan sebesar Rp 1.250.000 tersebut hanya dibayar satu kali selama mengikuti kegiatan pembelajaran di PKBM Pelihara yakni selama 3 tahun (kelas 1,2,3 paket B ( setara SMP) dan paket C ( setara SMA) hanya dibayar awal masuk sebesar Rp 1.250.000.

Sedangkan bagi warga belajar/siswa yg putus sekolah atau bukan tamat di Tahun 2020 cukup membayar kontribusi pembangunan sebesar Rp 1.500.000 dan mendapatkan tablet android. Pembayaran Rp 1.500.000 tersebut sama seperti yang tamat Tahun 2020 yakni pembayaran kontribusi pembangunan hanya satu kali di awal masuk sampai tamat (3 tahun, kelas 1,2,3) dan memdapatkan tablet android.

Dari sisi pembiayaan, ujar dia,  pasti sangat murah karena pembayaran satu kali dan siswa/i mendapatkan tablet android sampai tamat sekolah. Namun murah pembiayaan tidak berati murah pula kualitas ilmu yang didapatkan.

Baca juga :  Laiskodat : Jadikan Pelabuhan Pusat Pertumbuhan Ekonomi NTT

“Kualitas ilmu pendidikan yang didapat siswai/i selama belajar di PKBM Pelihara, kami yakin bisa bersaing dengan sekolah-sekolah formal yang ada di Kabupaten Nagekeo bahkan di  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tenaga pendidik dan tenaga instruktur untuk muatan khusus di PKBM Pelihara sangat berkompeten sesuai basic  pendidikan yang akan ditempuh,”tandas Meta dengan nada optimis.

Adapun kualifikasi tenaga pendidik dan instrukturnya,  yakni S1 dan S2. Pembelajaran di PKBM Pelihara dengan skema 3 hari KBM (tatap muka, tutorial atau pembelajaran teori dan 3 hari praktek). Sarana prasarana pendukung kegiatan pembelajaran milik PKBM Pelihara Nagekeo, diantaranya ruang belajar laboratorium komputer, laboratorium  tata boga, dan laboratorium tata busana.

PKBM Pelihara juga pada  Tahun 2020 akan dilengkapi dengan jaringan internet atau Wifi gratis untuk mendukung pembelajaran siswa/i baik secara online maupun offline.

Meta berkomitmen,  output warga belajar yang menyelesaikan pendidikan di PKBM Pelihara baik jenjang paket A (SD), paket B (SMP) dan paket C (SMA) mampu berkompetisi, baik secara teori maupun skill dengan sekolah-sekolah formal maupun satuan pendidikan baik di Nagekeo, NTT bahkan secara nasional dan siap bersaing di dunia kerja dan dunia industri.

Baca juga :  Gubernur NTT Tinjau Terminal Multipurpose di Labuan Bajo

“Bagi warga masyarakat dan anak-anak sekolah yang tamat Tahun 2020 dan ingin mengikuti pendidikan di PKBM Pelihara silahkan mendaftarkan diri di Kantor PKBM Pelihara dengan alamat Jl. Jerapah,  Jurusan Aeramo-Marapokot setiap hari kerja (Senin-Sabtu jam 8.00-14.00) atau daftar secara online melalui  link pendaftaran https://bit.ly/POPDPKBMPelihara,” sebut Meta. (mat)