Puluhan Rumah Warga Marapokot Terendam Banjir ROB

MBAY, NTT PEMBARUAN.com-  Puluhan rumah milik warga Dusun I, Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terendam banjir ROB yang disebabkan oleh meluapnya air laut pasang besar disertai gelombang tinggi yang melandai daerah itu, Sabtu (6/6/2020) siang.

Daeng Mansyur dan Dedi, keduanya adalah warga Dusun I, Desa Marapokot ketika ditemui wartawan media ini secara terpisah di lokasi banjir mengaku,  air laut pasang besar disertai gelombang tinggi itu menyebabkan puluhan rumah warga di Dusun I, Desa Maropokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo terendam banjir.

Gelombang tinggi  yang menggenangi pemukiman warga seperti itu, menurut  Dedi, baru pertama kali terjadi di daerahnya.

Baca juga :  Kasus Dana Covid-19 di Nagekeo Sudah Ditingkatkan ke Dik

Kata Dedi, sebelumnya air pasang besar sering terjadi di saat bulan purnama, tetapi tidak sampai menggenangi pemukiman warga seperti yang terjadi sekarang ini.

“Kali ini, air pasangnya cukup besar disertai gelombang tinggi yang terjadi sebelum bulan purnama. Apa lagi besok (Minggu,7/6/2020,red)  dan lusa tepatnya di malam ke- 17 bulan purnama biasanya air pasang akan lebih besar lagi. Semoga air pasang  yang ada besok, tidak diikuti gelombang besar.  Kalau sampai ada gelombang besar maka akan lebih parah lagi,” tukas Dedi.

Hal yang sama juga diakui Daeng Mansyur, yang rumahnya terendam banjir ROB. Menurut prediksi dia, puncaknya akan terjadi besok, Minggu, 7 Juni 2020.

Baca juga :  Bupati Kupang Mengapresiasi Kerjasama PT. Garam dengan Pemilik Lahan Bipolo

Secara terpisah, Kepala Desa Marapokot, Petrus Reta mengakui, selama dua periode dirinya memimpin desa itu baru kali ini ia melihat banjir ROB menggenangi pemukiman warganya.

Ia bersyukur, karena pemerintah desa sebelumnya sudah membangun penahan gelombang di sekitar lokasi kejadian, tetapi karena air pasang kali  ini sangat besar sehingga tetap melewati dan masuk ke pemukiman warga setempat.

“Ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama dalam hal membangun rumah jangan sampai membangun di bibir pantai yang kalau air pasang bisa tergenang banjir ROB. Ke depannya, kalau ada pembangunan rumah sebaiknya harus kordinasi dengan pemerintah setempat, sehingga tidak sesuka hati membangun rumah di bibir pantai. Kalau sudah begini, pemerintah yang disalahkan, tapi apapun itu sebagai pemerintah tetap kita melindungi masyarakat,” kata Petrus. (mat)