178 KK di Desa Golo Mangung Terima BLT, Kades Engelbertus: Uang Ini Bukan untuk Membeli Miras

BORONG, NTT PEMBARUAN.com – Menindaklanjuti peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 yang menegaskan pengutamaan penggunaan dana desa adalah dapat digunakan antara lain, untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada penduduk miskin di desa dan kegiatan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pemerintah Desa (Pemdes) Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kini mulai membagikan BLT tahap pertama yang danya bersumber dari dana desa (DD) kepada warganya, Sabtu (23/5/2020).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa tersebut, dihadiri Babinsa Wilayah Selatan Kecamatan Lamba Leda, Serda Slamet Waluyo, Perwakilan dari Polsek Lamba Leda, Pendamping Lokal Desa (PLD) Alosius Nowang, BPD Desa Golo Mangung, perangkat Desa Golo Mangung dan masyarakat penerima BLT.

Baca juga :  Polres Mabar Lakukan Donor Darah Secara Massal

Kepala Desa (Kades) Golo Mangung, Engelbertus Hendrik Anam menyebutkan, sebanyak 178 kepala keluarga (KK) di wilayahnya terakomodir sebagai penerima BLT sebesar Rp 600.000/KK/bulan selama tiga bulan, terhitung sejak April, Mei dan Juni 2020.

Warga yang menerima BLT itu adalah mereka yang belum mendapatkan bantuan sosial (Bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan lainnya dari pemerintah selama ini. “Kita sudah melakukan pembagian BLT bersumber dari DD kepada 178 KK”, kata Hendrik kepada media ini via WhatsApp, Minggu (24/5/2020).

Kata Kades Engelbertus, untuk pembagian BLT tahap pertama, Pemdes Golo Mangung telah mengalokasikan dana sebesar Rp 106.800.000 dari DD. “Kami telah mengalokasikan sebesar Rp 106.800.000 dari DD untuk pembagian BLT tahap pertama”, tuturnya.

Baca juga :  Polres Mabar Mengajak Masyarakat Lakukan Hening Cipta Indonesia

Selain itu, lanjut Kades Engelbertus, mengingat masih ada keluarga miskin yang belum terdata sebagai penerima BLT, rencananya dalam waktu dekat Pemdes bersama BPD dan tokoh masyarakat akan melakukan musyawarah khusus untuk menyepakati KK tambahan penerima BLT.

Menurut dia, masih ada KK miskin yang belum terdata, tetapi tetap diakomodir sebagai KK miskin penerima BLT DD, sehingga  dalam satu dua hari ke depan Pemdes akan melaksanakan musyawarah khusus bersama BPD dan tokoh masyarakat untuk menyepakati KK tambahan penerima BLT.

Kades Engelbertus juga berharap, BLT yang diberikan kepada masyarakat bukan untuk membeli minuman keras (Miras), tetapi digunakan untuk bisa membeli sembilan bahan pokok (Sembako) di  rumah tangga masing—masing.

Baca juga :  Pemkab TTU Diminta Percepat Proses Hibah Tanah Terminal Tipe A di Kefamenanu

“Manfaatkan uang yang ada dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan. Uang ini digunakan bukan untuk membeli minuman keras atau lain-lain yang tidak berhubungan dengan kebutuhan rumah tangga,” imbuhnya. (edi)