Di Tengah Pandemik Covid—19, Petani Mbay Kesulitan Menjual Hasil Panen Padinya

MBAY, NTT PEMBARUAN.com Di tengah pandemik Covid-19,  para petani di daerah Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  mengalami kesulitan menjual hasil panen padinya.

“Dalam situasi ekonomi yang semakin sulit saat ini, kami bingung hasil panen padi kami ini siapa yang mau beli.  Sementara, untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari saja susah,” kata Abubakar Ratu, salah satu  petani Mbay kepada media ini di Mbay, Minggu (17/5/2020).

Karena tidak ada yang membeli, maka hasil panen padi para petani di Mbay saat ini hanya menumpuk di sejumlah penggilingan padi dan rumah- rumah para petani saja. Kalau pun ada yang membeli, itu juga untung – untungan saja dengan harga  jual yang merugikan para petani.

Baca juga :  Satu OTG Reaktif Rapid Test, Bupati Nagekeo Minta Masyarakat Tak Perlu Panik

Tetapi anehnya, lanjut dia, di tengah kesulitan para petani Mbay menjual hasil panen padinya, tetapi beras asal Sulawesi terus masuk ke Mbay melalui Pelabuhan Laut Maropokot, dan  hal ini semakin memperburuk kondisi petani Mbay untuk menjual hasil panennya.

Hasil panen padi di daerah irigasi Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) (Foto : Muhamad Dedi Ingga/NTT PEMBARUAN.com)

Kata Abubakar, penutupan Pasar Danga, malah lebih menyulitkan akses para petani untuk menjual hasil panen padinya ke pasar.   Ia mengaku,  sebagian besar padinya sudah digiling menjadi beras dan siap dijual, tetapi  tidak ada pembeli,  sehingga menumpuk  saja di rumahnya.

“Kami berharap pemerintah bisa membeli beras kami. Dalam kondisi seperti ini, kami mau jual kemana. Jadi, kami berharap pemerintah bisa membelinya, dan menghentikan sementara pasokan beras dari Sulawesi ke Mbay,” pinta Abubakar. (mat)