Wagub NTT : Terima Kasih Atas Program Inovasi

KUPANG,  NTT PEMBARUAN.com – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi berterima atas program Inovasi yang telah membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dasar di 4 Kabupaten sedaratan Sumba, dan juga Inovasi dan TASS (Technical Assistance for Education Systems Strengthening)  yang telah memfasilitasi penyusunan Grand Desain Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur 2020-2030.

Hal itu disampaikan Wagub NTT, Josef Nae Soi  saat membuka Rapat Tim Pembina Program Inovasi, yang diselenggarakan oleh INOVASI (Innovation for Indonesia’s School Children Australia Indonesia Partnerhship) secara virtual,  Jumat, (15/5/2020).

Wagub Nae Soi mengatakan, hasil penilaian akhir pada awal Tahun 2020, siswa di 129 Sekolah Dasar (SD) mitra INOVASI pada 4 kabupaten se-daratan Sumba, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca anak yang telah mencapai 93 persen dari studi awal yang dilakukan sejak bulan Februari 2018 lalu.

Keberhasilan anak-anak Sumba, menurut orang nomor dua NTT ini, sebagai bukti di mata  internasional bahwa anak-anak NTT mampu ketika mendapatkan perlakuan pembelajaran yang ramah dan kontekstual. “Karena itu, kepada para bupati dari 4 kabupaten se-daratan Sumba, saya berharap agar pengalaman dan praktik baik dari 129 SD mitra segera disebarluaskan pada semua 554 SD non-mitra se-daratan Sumba,” ungkap Wagub.

Baca juga :  PPDB Tingkat SMA/SMK di NTT Akan Dibuka Secara Online dan Offline

Program INOVASI telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi NTT sejak 2 November 2017 lalu melalui kesepakatan bersama antara Balitbang Kemendikbud Republik Indonesia dengan Pemerintah Provinsi NTT dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan mutu hasil pembelajaran siswa Provinsi NTT.  Hal  ini juga sejalan dengan komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur NTT melalui RPJMD 2018-2023 dengan misi ke-4 yaitu meningkatkan kualitas SDM.

“Pada akhir 2019, Kabupaten Nagekeo bergabung menjadi mitra baru INOVASI, ke depan kita semua berkomitmen untuk menyebarluaskan keberhasilan di Sumba ke -18 kabupaten/kota lainnya di NTT,” kata Wagub Nae Soi.

Lebih lanjut Wagub Nae Soi menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT siap untuk melanjutkan kerjasama dengan Kemendikbud, dengan Kedutaan Besar Australia, LSM dan media dalam menyongsong inovasifase 2 periode Juli 2020 hingga Desember 2023 untuk terus memperbaiki proses kerjasama guru, orangtua dan peluang pembelajaran digital.

Baca juga :  Tambah 3 Pasien Positif, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di NTT Menjadi 85 Orang

“Saya juga mengimbau pada semuanya agar dalam penanganan dan pencegahan Covid -19 ini agar tetap mengikuti protokol yang ada. Khusus sektor pendidikan, saya mengimbau kepada seluruh guru dan kepala sekolah agar memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak meski dalam kondisi belajar dari rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Ballitbang dan Perbukuan Kemendikbud melalui Kepala Pusat Assesment Pembelajaran, Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud, Muhammad Abdul mengapresi Pemprov NTT.

“Kerjasama dengan Pemerintah Pemprov NTT dan 4 kabupaten se-daratan Sumba telah berjalan selama 29 bulan dan Kabupaten Nagekeo baru berjalan 6 bulan. Meski tergolong singkat dan menghadapi tantangan yang kompleks, Alhamdulillah kita telah mencapai banyak kemajuan dalam kualitas pembelajaran terutama untuk siswa di kelas,” kata Muhammad.

Ia berterimah kepada Pemerintah Daerah se-daratan Sumba, Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Pemerintah Provinsi NTT yang telah memenuhi janjinya dalam meningkatkan hasil pembelajaran siswa di bidang literasi, numerasi dan inklusi.

Baca juga :  Update Terkini, Sembilan Warga NTT Positif Covid-19

Program INOVASI melalui  program rintisan literasi kelas awal telah meningkatkan kemampuan literasi dasar diantaranya yaitu kemampuan menguasai literasi dasar peserta didik meningkat 1,5 kali lipat (150 persen) dari studi awal.

Kelancaran membaca atau dapat membaca peserta didik dengan ketepatan meningkat menjadi  93 persen, lebih dari 90 persen guru menguasai pengajaran literasi dasar, dan 100 persen Kepala SD di Sumba Barat telah melakukan supervisi akademik.

Selanjutnya, 92 persen SD mitra memiliki kebijakan yang mendukung program literasi dan untuk Nagekeo 30 fasda gelombang pertama mulai melatih dan mendampingi rintisan literasi dasar di 80 SD.(ade/*)

Komentar