April 2020, NTT Mengalami Inflasi 0,07 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) kembali mencatat bahwa pada bulan April 2020 di NTT mengalami inflasi sebesar 0,07 persen.

Inflasi April 2020 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik sebesar 1,25 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus,S.Si,M.Si dalam press release yang diterima media ini, Senin (4/5/2020).

Darwis mengatakan, NTT pada April 2020 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,71 pada bulan Maret 2020 menjadi 103,79 pada bulan April 2020.

Baca juga :  Daniel : Terima Kasih BWS NT II Telah Membangun Sumur Bor di Desa Bokong

Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran, dan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik sebesar 1,25 persen, diikuti oleh naiknya indeks harga kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen.

Selanjutnya, ia menyebutkan, pada April 2020  dari 90 kota sampel IHK Nasional, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,02 persen.  Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,92 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Semarang sebesar 0,02 persen.(ade)

Baca juga :  Tim SAR Gabungan Temukan Korban Dalam Keadaan Meninggal di Embung Haulasi