Jumlah ODP Covid-19 di Kabupaten Kupang Menurun

OELAMASI, NTT PEMBARUAN.com – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang terdata di Posko Gabungan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)Kabupaten Kupang dari hari ke hari, jumlahnya semakin menurun.

Dari 82 ODP yang terdata di Posko Gabungan Covid-19 Kabupaten Kupang, hingga Kamis, 23 April 2020, tinggal 15 ODP saja yang sementara melakukan isolasi mandiri di rumah, sedangkan 67 lainnya sudah selesai dilakukan pemantauan atau sudah dinyatakan sembuh.

Data terkini itu disampaikan Juru Bicara Posko Gabungan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Kupang yang juga Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kupang, Thom Sonbait,S.H,M.H kepada wartawan media ini di kantornya, Kamis (23/4/2020)

Ke-15 ODP yang sedang menjalankan isolasi mandiri itu, ujar dia, setiap hari tetap dipantau perkembangan kesehatannya oleh petugas medis yang ada di desa/kelurahan masing-masing.

Sementara, dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kupang Tengah yang sebelumnya dirawat masing-masing, satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.Dr. W.Z Johanes Kupang, dan satunya lagi di Rumah Sakit Leona Kupang sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

Baca juga :  Transportasi Dalam Wilayah NTT, Para Penumpang Dibebaskan dari Serfitikat Vaksin

Posko Gabungan Covid-19 juga mendatakan 9 Orang Tanpa Gejala (OTG). Dari jumlah itu, tujuh orang sudah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif virus corona. Sedangkan, sisa 3 OTG lainnya masih dalam pemantauan petugas medis dan akan dilakukan rapid test  kembali di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat dalam waktu dekat ini.

Terkait stok Alat Pelindung Diri (APD) di daerahnya, kata Thom, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang sudah mendapatkan bantuan dari Provinsi NTT, seperti alat rapid test, masker, peralatan disinfektan, jaket dan sarung tangan pengaman.

50 Persen dari APBD
Inilah aktifitas di Posko Gabungan Covid-19 Kabupaten Kupang yang dibangun di halaman depan Kantor Camat Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kadis Kominfo Kabupaten Kupang ini menyebutkan, sesuai SK Bersama Menteri Keuangan dan Mendagri, yang sudah diberikan kepada seluruh provinsi, dan kabupaten/kota di Indonesia, dimana semua daerah harus mengalokasikan anggaran sebesar 50 persen dari APBD  masing-masing untuk pelayanan kemanusiaan dalam rangka melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

Baca juga :  Pemprov NTT Tingkatkan Kesiapsiagaan Mengantisipasi Risiko Tumpahan Minyak di Laut

“Kami siap melaksanakan perintah itu untuk mencegah masuknya virus corona di 24 kecamatan, 160 desa dan 17 kelurahan di Kabupaten Kupang,”ungkapnya.  Masih dari SK Bersama Menteri Keuangan dan Mendagri itu, lanjut dia,  dimana dari dana desa juga disisihkan untuk penanganan Covid-19 di desa masing-masing, seperti pembelian alat penyemprotan disinfektan, masker, ember berkran untuk cuci tangan, sarung tangan dan jaket para petugas medis di desa.

Dari dana desa itu juga bisa digunakan untuk bantuan tunai langsung (BLT) kepada masyarakat kurang mampu yang ada di desa,  di luar kepala keluarga (KK) yang sudah mendapat bantuan dari pemerintah selama ini, seperti bantuan PKH dan bantuan tunai lainnya yang bersumber dari APBD dan APBN, sehingga ada pemerataan, kata Thom.

Baca juga :  PPKM di Manggarai Diperpanjang Hingga 8 Agustus 2021

Kepada pemerintah desa (Pemdes), ia mengimbau, untuk segera mengiventarisir secara baik semua warganya yang masuk dalam kategori tidak mampu yang belum mendapat bantuan dari pemerintah selama ini untuk didata menjadi penerima BLT nanti, sehingga pemberian dana itu benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi pendobelan bantuan.

Sebab, kata Thom, semua anggaran yang berkaitan dengan penanganan Covid-19, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD selalu diawasi oleh BPKP melalui inspektorat daerah yang ada  kabupaten, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. (ade)