Camat Welak : Satu PDP Asal Karot Meninggal Karena Gagal Ginjal

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Camat Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Feliks Janggur mengatakan, satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kampung Karot, Welak yang dirujuk dari Puskesmas Orong ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo beberapa waktu lalu meninggal karena gagal ginjal kronis bukan karena Covid-19.

Kepada wartawan media ini via telepon selulernya, Selasa (21/4/2020), Camat Feliks menjelaskan, bahwa PDP atas nama F.N asal Karot itu merupakan penyakit bawaan yang menderita selama satu tahun.

Almarhum F.N, kata dia, menderita  penyakit dalam dan  sudah dirawat ulang-ulang. Dua minggu lalu, sebelum dirujuk ke Labuan Bajo dia (almarhum,red) datang ke Puskesmas Orong bersama istrinya.

Baca juga :  Gubernur VBL Lantik Empat Penjabat Bupati di NTT

Ketika diwawancarai oleh petugas medis  di Puskesmas Orong, pasien tersebut mengeluh sakit di tenggorokannya, pilek dan deman. Karena pengakuan pasien seperti itu, maka pihak Puskesmas Orong berkonsultasi ke Kabupaten Manggarai Barat dengan menceritakan gejala-gejala yang sudah disebutkan tadi.

Atas informasi itu, dari Kabupaten Mabar meminta  untuk dirujukan saja ke RSUD Komodo Labuan Bajo.  Pada saat dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo, cerita Camat Feliks,  pasien tersebut dinyatakan PDP. Tetapi, sesampai di Labuan Bajo, sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan, yang bersangkutan sudah meninggal.

“Terdengar khabar, bahwa pasien tersebut meninggal karena gagal ginjal bukan karena Covid-19. Tetapi, karena sudah ditetapkan sebagai PDP, maka protokol penguburannya sesuai dengan protokol Covid-19, sehingga dalam tempo 4 jam harus dikuburkan. Karena penguburannya sesuai dengan Protap Covid-19, maka almarhum tidak sempat dibawa ke kampung halamannya di Karot Orong, tetapi langsung dimakamkan di TPU milik Pemkab Mabar di  Manjerite Rangko,” jelas Camat Feliks.

Baca juga :  Pekerjaan Jalan Golo Welu – Orong Kembali Dilanjutkan Tahun Ini

Kepada masyarakat di wilayah kerjanya, ia mengimbau, untuk tetap mengikuti protokol pemerintah yakni  menjauhi dari kerumunan massa dalam jumlah banyak, social distancing (menjaga jarak),  dan untuk sementara  tidak boleh melaksanakan pesta-pesta, baik yang berkaitan dengan hajatan pribadi maupun yang sifatnya umum.

“Hanya dengan cara seperti itu, kita bisa mencegah masuknya Covid-19 di Kecamatan Welak. Kami sudah minta para Kades untuk menganggarkan sebagian dari dana desa (DD) untuk membeli masker. Sebab, kita tidak tahu, siapa yang sehat dan siapa yang sakit,” tutupnya. (ade)