Tim Gugus Tugas Covid-19 Welak Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Desa Gurung

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Selasa, 21 April 2020, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) bekerjasama dengan Posko Tim Gugus Tugas Covid—19 Desa Gurung melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah rumah penduduk termasuk 4 rumah pelaku perjalanan dari daerah zona merah dan fasilitas umum  di Desa Gurung.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Tingkat Kecamatan Welak yang turun melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah rumah penduduk dan fasilitas umum di Desa Gurung itu dipimpin langsung Camat Welak, Feliks Janggur.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Tingkat Kecamatan Welak itu merupakan gabungan Pemerintah Kecamatan Welak, TNI/Polri, dan sejumlah instansi teknis lainnya seperti Puskesmas Orong.

“Desa Gurung merupakan desa ke-4 yang menjadi sasaran penyemprotan disinfektan dan penyuluhan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang kami lakukan,” ujar Camat Feliks via telepon selulernya dari Desa Gurung kepada media ini, Selasa (21/4/2020).

Sasaran penyemprotan disinfektan di Desa Gurung, kata Camat Feliks, selain 4 rumah pelaku perjalanan dari daerah zona merah, juga sejumlah rumah penduduk lainnya yang rumahnya berdekatan dengannya.

Baca juga :  Tingkatkan Budaya K3L, PLN Gelar Acara Safety Talk di UP3 Kupang

Penyemprotan juga dilakukan sejumlah fasilitas umum, seperti Kantor Desa Gurung, tempat ibadah (Kapela Stasi Lempa), fasilitas kesehatan (Faskes) seperti Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Gurung,dan tiga sekolah lainnya yang ada di desa itu.

Dari 16 desa yang ada di Kecamatan Welak, sudah 4 desa yang dilakukan penyemprotan disinfekntan. Tiga desa lain yang sudah dilakukan penyemprotan disinfektan yaitu Desa Semang dengan sasaran  17 rumah pelaku perjalanan dari daerah zona merah yang masih diisolasi mandiri di rumahnya masing-masing dan sejumlah fasilitas umum.

Kegiatan serupa juga telah dilakukan di Desa Golo Ronggot dengan sasaran 20-an rumah pelaku perjalanan dari daerah zona merah dan Desa Sewar, 13 rumah pelaku perjalanan dari daerah zona merah termasuk sejumlah fasilitas umum lainnya.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat

Aksi nyata berupa penyemprotan disinfektan ini, menurut dia, mendapat respon positif dari pihak pemerintah desa, pihak gereja dan masyarakat umum. Dicontohkannya, saat melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Golo Ronggot, dimana pihak gereja dalam hal ini Pastor Paroki Datak rela memberikan sebuah mobil kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk melakukan calling keliling di desa itu.

Baca juga :  NTT Pembaruan dan Berita Antara Terima Penghargaan dari Basarnas

“Kedatangan kami ke desa-desa selain melakukan penyemprotan disinfektan juga melakukan peneguhan atau penguatan kepada masyarakat supaya tetap optimis dan percaya diri dengan menaati semua protokol yang dianjurkan oleh pemerintah dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Camat Feliks.

Misalnya, tidak boleh bepergian jauh, tidak boleh berkumpul dalam jumlah besar seperti pesta sekolah, pesta nikah, pesta kenduri, kumpul keluarga (kumpul kope,red), pesta kelahiran dan sebagainya.

“Itu semua merupakan himbauan dari pemerintah pusat, dan tugas kami hanya menjabarkannya saja, baik berupa surat himbauan maupun penyuluhan langsung kepada masyarakat. Kami turun ke desa-desa merupakan bagian dari tugas pengawasan sekaligus memastikan bahwa masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang disebutkan termasuk bermain bola biliar dan pertandingan olahraga dalam jumlah besar.Tekad kami adalah semua masyarakat harus dilindungi dengan memberikan masker gratis untuk membentengi diri mereka dari wabah Covid-19 ini. Ke depan, semua rumah-rumah penduduk harus kita lakukan penyemprotan disinfektan,”paparnya.

Baca juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTT 402 Orang

Terkait biaya penyemprotan dan pembelian alat pelindung diri (APD) termasuk masker di desa-desa di wilayah kerjanya, kata Camat Feliks, semuanya diambil dari dana desa (DD) masing-masing.

“Kita sudah koordinasikan dengan pemerintah desa (Pemdes) untuk menyiapkan anggarannya, dan tugas dinas teknis seperti Puskesmas hanya memberikan petunjuk-petunjuk  teknis penyemprotan,cara menggunakan masker dan penyuluhan tentang pola hidup sehat, sedangkan materi/bahannya  seperti alat penyemprotan disinfektan, dan masker disiapkan oleh desa masing-masing,”tuturnya.

Sekedar untuk dipahami, bahwa disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemarah oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit. Disinfektan adalah untuk menangkal sekaligus membunuh virus corona. (ade)

Komentar