Usir Wartawan, Lukas : “Saya Sangat Kecewa dengan Sikap Kadiskes Nagekeo”

MBAY, NTT PEMBARUAN.com— Sekretaris Daerah (Sekda) Nagekeo, Lukas Mere sangat kecewa dengan sikap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Nagekeo, dr. Ellya Dewi yang mengusir  rekan-rekan wartawan saat menanyakan perkembangan kasus Covid-19 dan meninggalnya satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari Kecamatan Nangaroro di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nagekeo.

“Saya sangat kecewa sekali dengan etika yang tunjukan Kadis Kesehatan Kabupaten Nagekeo, dr. Ellya Dewi  kepada rekan jurnalis.  Seharusnya, dia (dr. Ellya Dewi,red)  menerima rekan-rekan jurnalis dan memberikan keterangan pers secara baik-baik karena yang bisa memberikan keterangan terkait perkembangan Covid-19 dan meninggalnya satu ODP itu hanyalah mereka yang paham tentang ilmu medis,” kata Mere kepada wartawan di Mbay, Sabtu (18/4/2020).

Baca juga :  Gendang Pilkada Mabar Mulai Ditabur, Paket AG Daftar Pada Hari Pertama

Mere sangat menyayangkan sikap arogansi seorang Kadis Kesehatan yang sudah diberi wewenang oleh Sekda Nagekeo untuk memberi keterangan pers terkait perkembangan Covid-19 dan meninggalnya satu ODP asal Nangaroro itu, malah dilayani dengan pengusiran terhadap wartawan.

“Teman-teman wartawan menemui Kadiskes Nagekeo saat itu, atas arahan saya, selaku Sekda Nagekeo. Tetapi, mengapa diusir dan dihardik dengan kata -kata keluar dari  ruangan ini, hanya orang yang berkepentingan saja  yang bisa masuk, sedangkan yang lain tidak boleh masuk, sambil menahan pintu dari dalam,”ujar Sekda Mere meniru pengakuan dari sejumlah wartawan yang hendak meliput perkembangan Covid-19 dan meninggalnya satu ODP asal Nangaroro kepadanya saat itu.

Baca juga :  Pengelolaan Perikanan di NTT, DKP Gandeng Pihak Ketiga

Kesal dengan sikap Kadiskes itu, Sekda Mere langsung mendatangi Dinkes Nagekeo  yang adalah Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo untuk menemui langsung dr. Ellya Dewi, sehingga bisa memberikan keterangan pers kepada para jurnalis terkait informasi perkembangan Covid-19 dan meninggalnya satu ODP asal Nangaroro tersebut. (mat)