Bendung Penyebaran Covid-19, Marius Sampaikan Enam Arahan Presiden Jokowi

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan enam arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai upaya untuk membendung penyebaran Covid-19.

Keenam arah Presiden Jokowi itu disampaikan Marius  kepada pers di Kupang, Sabtu (18/4/2020) malam itu adalah pertama,  melakukan pengujian sampel secara masif dan pelacakan secara agresif terhadap dugaan kontak dekat orang terkena Covid-19, untuk mengetahui risiko siapa saja yang memiliki dampak terkena dan menyebar virus corona.

Kedua,  memanfaatkan konsultasi medis dengan menggunakan teknologi platform layanan medis, untuk mengurangi risiko terkena Covid-19 di setiap rumah sakit. Ketiga, melakukan komunikasi yang detail, efektif dan transparan, untuk menyatukan pendapat dan tindak dalam memutuskan mata rantai Covid-19.

Baca juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTT 402 Orang

Keempat, penegakan hukum, yang berkaitan dengan hal  yang menggelisahkan masyarakat seperti informasi dan pelanggaran  kesepakatan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga aparat negara dan pemerintah dapat bekerja sama dengan baik  dengan masyarakat untuk menghasilkan penegakan disiplin yang baik.

Kelima, bekerja sama memberikan jaminan arus logistik dari pusat ke daerah dan daerah ke pelosok sampai sesuai dengan yang dibutuhkan, dan keenam, kebijakan stimulus ekonomi yang harus tepat sasaran sesuai fokusnya pada penanganan Covid-19.

Marius juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap patuh dan taat dalam menjalankan protokol-protokol kesehatan baik yang ditetapkan WHO maupun otoritas pemerintah.

“Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur mendorong kita semua untuk tetap patuh dalam menjalankan protokol yang telah ditetapkan baik oleh WHO maupun otoritas pemerintah. Semua ini demi memutus mata rantai penyebaran virus corona di Provinsi NTT,” pinta Marius.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang

Sementara, data dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se- NTT hingga Sabtu (18/4/2020) malam jumlah ODP dan PDP sebanyak 1.436 orang. ODP sebanyak 1.402 orang, selesai masa pemantauan 611 orang dan yang dirawat ada 12 orang, karantina mandiri 777 orang, kondisi saat ini 789 orang dan yang meninggal 2 orang.

Jumlah PDP sebanyak 33 orang, yang sedang dirawat 13 orang. Sedangkan, sampel yang dikirim sebanyak 75 sampel, 38 sampel negatif, 1 sampel positif dan 36 belum ada hasil laboratorium. (ade/*)