Cegah Covid-19, Warga Kampung Lempa Lakukan Ritual Adat

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid – 19), Warga Kampung Lempa,Desa Gurung, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan ritual adat dengan memberikan sesajian kepada para leluhur di compang (tempat persembahan kepada para leluhur se-kampung,red).

Ritual adat  yang berlangsung, Rabu, 15 April 2020 itu dipimpin langsung oleh Tua Adat Kampung Lempa, Damianus Dagut dihadiri Mantan Kepala Desa Gurung, Ferdinandus Okto dan seluruh warga kampung.

Hilarius Tentino, salah satu tokoh masyarakat (Tomas) Kampung Lempa, Desa Gurung, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat saat dihubungi media ini via telepon seluler, Kamis (16/4/2020) membenarkan hal itu.

Baca juga :  Di Masa Pandemi Covid-19, LPMP NTT Lakukan Berbagai Terobosan

Ritual adat yang dilakukan ini, menurut Hila, merupakan warisan para leluhur untuk mencegah terjadinya musibah/bencana, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan seperti wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid – 19) yang menimpa ribuan korban di dunia termasuk di Indonesia saat ini.

Diharapkan melalui ritual adat berupa penyembelihan seekor ayam jantan berwarna merah itu, roh para leluhur Kampung Lempa bisa menangkal atau menolak segala bencana termasuk wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid – 19) yang tengah melanda dunia dan Indonesia saat ini, harap Hila.

Seperti diketahui, tempat persembahan kepada para leluhur (dalam bahasa Manggarai disebut Compang,red)  menjadi simbol kekuatan, persatuan, perlindungan dan juga jembatan penghubung relasi antara manusia yang masih hidup dengan dunia roh (penjaga kampung/para leluhur, red). Compang adalah sebuah tempat khusus untuk persembahan yang letaknya di tengah kampung.

Baca juga :  Wabup Kupang : Manfaatkan Dana Desa Sesuai APBDes

Secara substansi kehadiran sebuah compang orang Manggarai ada dalam lima pusaran filosofi kehidupan orang Manggarai, yakni mbaru bate ka’eng (rumah tempat tinggal), uma bate duat (kebun tempat bekerja), natas bate labar (lapangan untuk bermain), wae bate teku (sumber air untuk ditimba) dan compang bate takung (tempat untuk persembahan kepada para leluhur se-kampung,red).

Compang memiliki arti yang sangat penting dalam siklus kehidupan orang Manggarai. Di Companglah tempat tinggal dari naga golo/naga beo (roh para leluhur se-kampung,red). Naga golo/beo ini menjadi penjaga dan pelindung kampung dari segala malapetaka/bencana. (ade)

Komentar