Soal Satu Pasien Positif Covid-19 di NTT, Jelamu : “Kita Sementara Koordinasi dengan Pusat”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Hingga Kamis (9/4/2020) malam, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)  masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat (Pempus) terkait data nasional yang menyebutkan satu pasien Covid-19 asal NTT.

“Kita sementara berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI,dan menurut rencana hari ini, Jumat (10/4/2020) baru disampaikan  kepada masyarakat oleh Gubernur NTT. Mudah-mudahan Bapak Gubernur NTT yang menyampaikan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat,”  kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada wartawan di Kupang, Kamis (9/4/2020) malam.

Baca juga :  Update 25 September 2020, NTT Tambah Lima Positif Covid-19

Kata Marius,  walaupun data pusat menunjukan bahwa  ada 1 orang positif Covid-19 di NTT, tetapi pihaknya masih memastikan seperti apa positif yang dimaksudkan, apakah poisitif menurut rapid tes atau menurut PCR. “Jadi kita harus berkoordinasi dengan pusat,” kata Marius.

Menjawab wartawan terkait  daerah asal satu orang pasien yang diduga positif Covid-19 itu, Marius belum berani memastikannya karena ia sendiri belum tahu.

“Kita belum tahu dari mana asalnya. Malam ini  (Kamis,9/4/2020,red), kami akan menganalisis peta-peta yang ada sesuai dengan peta sementara yang diberikan oleh pemerintah pusat, dan Jumat, 10 April 2020 baru disampaikan kepada kita semua,” tandas Marius.

Hingga saat ini, total sampel yang telah di kirin untuk dilakukan pemeriksaan sebanyak 43 sampel. Dari jumlah tersebut, 26 sampel negatif dan 17 sampel lainnya belum ada hasil.

Baca juga :  Pemprov NTT Fokus Tangani DBD dan Masalah Sampah

“Kita harapkan agar laboratorium kita di RSUD Prof. Dr. W.Z  Johannes Kupang segera beroperasi, sehingga pemeriksaan swab bisa dilakukan di Kupang,” katanya. (ade/*)