Dua Penumpang KM Lambelu Sudah Tiba di Nagekeo

MBAY,NTT PEMBARUAN.com- Dua penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu yang diturunkan di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (7/4/2020) malam, sudah tiba di Kabupaten Nagekeo, Rabu (8/4/2020).

Keduanya, langsung diisolasi masing-masing, satu orang di Puskesmas Nangaroro, dan satunya lagi di Puskesmas Boawae. Tim Gugus Tugas Covid-19 Nagekeo yang menjemput kedua warganya tiba di Puskesmas Nangaroro pukul 22.30 Wita.

Di Puskesmas Nangaroro, Tim Gugus Tugas Covid—19 Nagekeo ini langsung diterima Camat Nangaroro, Gaspar Taka bersama Tim Posko Kecamatan setempat. Sedangkan, di Puskesmas Boawae, Tim Gugus Tugas Covid-19 Nagekeo ini tiba pukul 23.50 Wita diterima oleh Camat Boawae, Sales Ujang Dekresano bersama Tim Posko Kecamatan setempat, untuk selanjutnya dilakukan isolasi selama 14 hari ke depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo melalui  Tim Gugus Tugas Covid-19 Nagekeo menjemput dua warganya yang turun dengan Kapal Motor (KM) Lambelu di Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (7/4/2020).

“Kami menjemput mereka di lokasi karantina SCC Maumere,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Nagekeo yang juga Humas Posko Covid -19 Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda kepada media ini melalui WhatsApp, Rabu (8/4/2020).

Tim penjemput itu dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Nagekeo, Gusti Pone, Panglima Penghubung TNI Kodim 1625 Ngada,  Mayor Infantri, Paulinus Rowa, dan Kabag Umum Setda Nagekeo, Beny Lado.

Baca juga :  Tarif Listrik Golongan Rendah Turun Mulai Hari Ini

Sementara, status kedua warga Nagekeo yang dijemput itu adalah pelaku perjalanan dari tempat terjangkit (P2T2).  Setelah tiba di Nagekeo, keduanya akan dikarantinakan masing-masing, satu orang di Puskesmas Nangaroro dan satu orang lagi di Puskesmas Boawae untuk  memudahkan petugas melakukan pemantauan  secara intensif terhadap perkembangan kondisi kesehatannya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Maumere, Yoseph Bere menjelaskan, bahwa pelarangan bersandar di pelabuhan itu disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui surat kepada PT. Pelni yang ditandatangani Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

Dalam surat tertanggal 7 April 2020 tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka, meminta kapal KM Lambelu tak melakukan aktivitas sandar di pelabuhan untuk menurunkan penumpang demi menjaga kemungkinan penyebaran Covid-19 kepada warga lain di daerah itu.

“Dasar pertimbangan yang diambil karena daerah itu masih sangat memiliki keterbatasan peralatan medis, sarana dan sumber daya dokter,” jelas Yoseph.

Terkait kebutuhan makanan dan minum dalam karantina, Pemerintah Kabupaten Sikka akan menyediakan setiap hari dan sejumlah tenaga medis sudah diberikan pengarahan untuk bertugas di tempat karantina mandiri termasuk petugas kesehatan yang menangani para penumpang kapal KM Lambelu.

Inilah KM Lambelu yang ditumpangi kedua warga Nagekeo saat bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka, Selasa (7/4/2020).

Sementara,Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko di Jakarta melalui siaran pers Humas Laut Departemen Perhubungan, Rabu (8/4/2020) menjelaskan, kapal KM Lambelu milik PT. Pelni yang berlayar dari Tarakan Kalimantan Timur menuju Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Selasa (7/4/2020) pukul 21.37 WIT telah bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere .

Baca juga :  RSUD Umbu Rara Waingapu Jadi Pelanggan Premium Pertama di Sumba

Sebelumnya, kapal KM Lambelu dilarang bersandar karena diduga 3 anak buah kapal (ABK) terjangkit Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Sikka. “Kapal dapat sandar, tetapi penumpang belum boleh turun sebelum tim kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pemeriksaan penumpang dan memastikan para penumpang tidak terpapar Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang diterbitkan pemerintah,” jelas Capt. Wisnu.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu menyayangkan adanya penumpang kapal KM Lambelu yang panik sehingga  melompat ke laut setelah mendengar kapal belum bisa sandar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

“Hal ini sangat membahayakan. Kami mohon kerjasama para penumpang kapal untuk mengikuti instruksi dari awak kapal dan juga protokol kesehatan yang diterapkan di atas kapal sebelum turun dari kapal. Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri,” tegas Capt. Wisnu.

Setelah kapal sandar, Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan Gedung Sikka Convention Center (SCC) di Kota Maumere sebagai tempat karantina mandiri bagi 233 penumpang KM Lambelu.

“Fasilitas di Gedung SCC sudah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka dengan dibuatkan sekat-sekat, sehingga setiap keluarga bisa ditempatkan di sekat tersebut. Ruangan itu sudah dibuatkan semaksimal mungkin sehingga bisa menampung semua penumpang kapal Pelni KM Lambelu yang akan dikarantina di gedung tersebut,” kata Capt. Wisnu.

Baca juga :  Gubernur NTT Ajak Masyarakat Tingkatkan Imunitas Tubuh Hadapi Covid-19

Pada kesempatan ini, guna menghindari terjadinya kejadian serupa di kemudian hari, Capt. Wisnu meminta agar pemerintah daerah menginformasikan pembatasan sosial dengan mengikuti mekanisme penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagaimana diatur dalam PM Kesehatan No. 9 Tahun 2020.

Capt. Wisnu juga meminta PT. Pelni mensosialisasikan pembatasan yang dilakukan pemerintah daerah kepada masyarakat atau calon penumpang kapal yang akan menuju ke daerah tersebut.

Selain itu, dalam SE Dirjen Perhubungan Laut No. 13 Tahun 2020 disebutkan bahwa diharuskan memberikan akses bagi penumpang yang sudah berada di atas kapal pada saat dikeluarkannya peraturan pemerintah daerah (Perda) terkait pembatasan.

“Stakeholder di pelabuhan tujuan bersama gugus tugas Covid-19 daerah melaksanakan protokol pemeriksaan bagi penumpang yang turun,” ujar Capt. Wisnu.(mat/ade)