KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tingkat  Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menegaskan, prosedur tetap (protap) pemeriksaan klinis bagi setiap warga masyarakat yang datang ke NTT untuk kebaikan bersama.

“Ada sejumlah hal yang perlu kita sampaikan bahwa saat ini arus kedatangan warga dari luar NTT  ke NTT terutama melalui pelabuhan laut sangat besar.  Kita memantau ada yang datang dari Makasar dan Jawa melalui Ende, Labuan Bajo dan juga pelabuhan laut seluruh NTT. Kita harapkan kontrol yang ketat di setiap pintu masuk sehingga bisa dipastikan para penumpang berada dalam keadaan sehat dan setelah pemeriksaan klinis tentu saja protap yang harus diikuti dan dipatuhi. Semua demi kebaikan kita, sehingga terbebas dari Covid-19,” kata Marius melalui siaran persnya, Minggu (5/4/2020).

Terkait update data perkembangan Orang Dalam Pemantauan (ODP ) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP ) sebut dia, jumlah ODP saat ini menjadi 686 orang, selesai masa pemantauan 177 orang yang dirawat 5 orang terbagi sebagai berikut , 2 orang dirawat di Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z Johanes Kupang, 1 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi Ruteng, 1 orang dirawat di Rumah Sakit Siloam Kota  Kupang dan 1 orang dirawat di  RSUD Ende.

Baca juga :  Terkait Penanganan Covid-19, Ini Pesan Kapolda NTT Kepada Jajarannya di Polres Mabar

Sedangkan PDP, kata Mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT ini berjumlah 20 orang dan jumlah pasien dalam pengawasan meliputi 1 orang dirawat di RSUD Ende, 1 orang dirawat di RSUD Lewoleba, 1 orang dirawat di RS S.K Lerik Kupang, 6 orang dirawat di RSUD Kalabahi, 1 orang dirawat di RSUD Soe, dan 1 orang dirawat di RSUD Komodo Labuan Bajo, 1 orang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waigapu rujukan dari Sumba Tengah dan 1 orang lagi isolasi mandiri.

“PDP setelah pemeriksaan klinis di Sumba Tengah isolasi mandiri yang sembuh 4 orang yang meninggal 2 orang dan sampel yang kita kirimkan 38 sampel, dan hasil laboratorium 17 sampel negatif dan 21 sampel masih berperoses atau belum ada hasil,” jelas Marius.

Persebaran ODP dan PDP di  seluruh wilayah NTT saat ini meliputi, Kota Kupang, 118 orang turun dari sebelumnya 164 orang, sembuh atau selesai pemantauan, 45 orang, dalam pemantauan dan yang rawat inap 2 orang, dan  karantina mandiri 116 orang.

Kabupaten  Kupang, 46 orang,  karantina mandiri, 45 orang,  1 orang dirawat di RS Siloam,  Kabupaten TTS, 53 orang turun dari sebelumnya 59 orang, yang sembuh 5 orang dan 53 orang karantina mandiri.

Kabupaten TTU, 31 orang yang sedang dikarantina mandiri,Kabupaten Belu, 49 orang  turun dari sebelumnya 51 orang, yang sembuh 2 dan 49 orang dikarantina mandiri,  dan Kabupaten Malaka 2 orang, yang sembuh 1 orang yang sebelumnya 3 orang.

Baca juga :  PPKM di Manggarai Diperpanjang Hingga 8 Agustus 2021

Kabupaten Rote Ndao, 23 orang turun dari sebelumnya 40 orang, yang sembuh 17 orang,  Kabupaten  Sabu Raijua,3 orang  turun dari sebelumnya 5 orang dan 2 orang sembuh, Kabupaten Alor, 14 orang dari  sebelumnya 23 orang,  yang sembuh atau selesai pemantauan 3 orang dan 14 orang karantina mandiri.

Kabupaten Ende, 11 orang turun dari sebelumnya 17 orang, yang sembuh atau selesai pematauan 5 orang dan 1 orang masih dirawat di RSUD Ende, Kabupaten Sikka,69 orang turun dari sebelumnya 90 orang, sembuh atau selesai pemantauan 20 orang.

Kabupaten  Flores Timur, 9 orang turun dari sebelumnya 11 orang dan 2 orang sembuh, Kabupaten Lembata, 43 orang  turun dari sebelumnya 48 orang dan 4 orang yang sembuh, Kabupaten Ngada 14 orang, Kabupaten Nagekeo, 18 orang turun dari sebelumnya 26 orang, sembuh atau selesai pemantauan 7 orang.

Kabupaten Manggarai, 7 orang  turun dari sebelumnya, 13 orang dan yang sembuh 6 orang dan 7 orang karantina mandiri, Kabupaten Manggarai Barat, 55 orang  turun dari sebelumnya, 70 orang dan yang sembuh atau selelsai pemantauan 11 orang dan 55 orang karantina mandiri, Kabupaten  Manggarai Timur, 30 orang  dan 1 orang masih dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, karantina mandiri 29 orang.

Baca juga :  Transportasi Dalam Wilayah NTT, Para Penumpang Dibebaskan dari Serfitikat Vaksin

Kabupaten Sumba Timur, 41 orang dari jumlah sebelumnya, 68 orang dan sembuh atau selesai pemantauan  27 orang, 41 orang karantina mandiri, Kabupaten Sumba Barat 6 orang turun dari sebelumnya, 7orang dan  1 orang yang sembuh atau selesai pemantauan.

Kabupaten Sumba Barat Daya, 43 orang turun dari sebelumnya 55 orang, yang sembuh atau selelsai pemantauan 12 orang dan 43 orang karantina mandiri, Kabupaten Sumba Tengah. 1 orang turun dari sebelumnya 10 orang, yang sembuh atau selesai pemantauan 7 orang, 1 orang karantina mandiri dan 1 orang lagi pasien dalam pengawasan dirujuk ke Sumba Timur.

“Melihat fluktuasi angka-angka ODP dan PDP, Gubernur VBL mengharapkan agar kita semua tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti protap yang telah ditetapkan baik oleh WHO maupun oleh otoritas pemerintah. Semua ini demi kebaikan seluruh masyarakat NTT dimana pun kita berada,”tandasnya. (ade/*)