Bupati Nagekeo Tinjau Tanaman Padi di Irigasi Mbay

MBAY, NTT PEMBARUAN.com-Sabtu, 4 April 2020 pagi, Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do didampingi Kepala BPP Danga, Tilde Aso meninjau langsung kondisi tanaman padi di persawahan Irigasi Mbay Kanan, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Kedatangan Bupati Don Bosco disambut salah seorang  petani maju,  Hasyim Wungo dan Kepala Desa Tonggurambang, Toa Muallaf.

Di hadapan Bupati Don Bosco, Hasyim menjelaskan dan memberi kesaksian tentang temuan pribadinya, bagaimana meningkatkan produktifitas tanaman padi di Irigasi Mbay. Selama 4 tahun, Hasyim melakukan eksperimen dan pengamatan pribadi terhadap usaha padi di sawahnya.

Dengan sangat disiplin, Hasyim menerapkan  sapta usaha tani  padi yang ketat. Alhasil, dari yang biasanya 20-30 karung per hektar, setelah dilakukan pola usaha tani sesuai Standar  Operasional Prosedur (SOP) temuannya, Hasyim bisa memperoleh 80-90 karung per hektar.

Baca juga :  New Normal, Gubernur NTT : Tidak Melarang Untuk Pesta

Kepada Bupati, Hasyim menjelaskan dengan sangat mengalir dan rinci, mulai dari persiapan sebelum tanam, pada saat tanam dan perawatan hingga 10 hari menjelang panen. Hasyim punya racikan ramuan  semi organik.  Setiap 10 hari selama 10 kali, dengan diaiplin tinggi dilakukan penyemprotan. Dari pengalamannya, dan dibenarkan beberapa petani dampingannya, ulat penggerek batang pun bisa diatasi.

“Menghadapi virus corona, sebetulnya kita menemukan banyak momentum. Selain penerapan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) seperti cuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan sebagainya  yang selama ini terkesan ala kadarnya, efek corona membuka cakrawala kita untuk berani berpikir benar dan mengambil tindakan tepat terutama meningkatkan ketahanan pangan,” kata Bupati Johanes Don Bosco Do, setelah mendengar penjelasan petani sukses, Hasym di lahan persawahan Irigasi Mbay saat itu.

Baca juga :  Terkait Penjualan Tanah Milik Pemkab Mabar, Kejati NTT Geledah Kanwil BPN NTT
Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do saat meninjau dan melihat langsung padi milik Hasyim A. Wungo di persawahan Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (4/4/2020). (Foto : Muhamad Dedi Ingga/NTT PEMBARUAN.com)

Bupati Don Bosco mengatakan, sesuai regulasi yang terus di-update pasca pandemi virus corona ini, pemerintah pusat maupun daerah diminta segera lakukan “refocusing” (fokus kembali) program kegiatan yang benar mendukung upaya siaga maupun tanggap darurat covid-19.

“Sawah Mbay, kita persiapkan secara benar menghadapi ancaman siaga bencana covid-19. Ketahanan pangan daerah harus benar-benar diantisipasi. Minimal, kecukupan pangan beras untuk kebutuhan warga masyarakat Nagekeo,”kata Bupati Don Bosco.

Ia berjanji, alokasi anggaran akan difokuskan kembali pada belanja alsintan, pupuk, obat-obatan, dan organisasi petani pemakai air.  “Karena itu, pintu-pintu pembagi air di area irigasi kita benahi. Petani didampingi dengan disiplin yang tinggi agar bisa menghasilkan gabah kering panen jenis padi bernutrisi tinggi,” imbuhnya. (mat)