Cegah Covid-19, Pemerintah Perpanjang Masa Liburan ASN dan Sekolah

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah baik pusat maupun daerah telah memperpanjang masa liburan kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan siswa mulai dari PAUD sampai SMA/SMK/MA hingga 21 April 2020.

Perpanjangan masa liburan itu mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tanggal 30 Maret 2020 telah mengirimkan surat edaran kepada para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para Gubernur, Bupati dan Wali Kota se- Indonesia.

Surat edaran bernomor 34 tahun 2020 tentang perubahan atas Surat Edaran Menpan RB No. 19 Tahun 2020 itu tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid- 19 di lingkungan instansi pemerintah, jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si  kepada wartawan di Kupang, Senin (30/3/2020).

Baca juga :  Projakop Mitra Sejahtera Akan Lakukan Ekspansi Hingga Desa/Kelurahan di NTT

Surat Edaran Menpan RB  itu, kata Marius, berpedoman pada keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor : 13.A.2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia, untuk mencegah perluasan penyebaran Covid-19 dipandang perlu melakukan perubahan S.E Menpan RB No. 19 Tahun 2020.

“Perubahan sebagaimana dimaksud adalah  pertama, perpanjangan masa pelaksanaan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal  ( work from home) bagi ASN sebagaimana dimaksud dalam SE Menpan RB No. 19 Tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan instansi pemerintahan  diperpanjang sampai tanggal 21 April 2020 dan akan di evaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Kedua, penyesuaian sistem kerja, para pejabat pembina kepegawaian pada kementerian/lembaga/daerah agar pertama, melakukan penyesuaian sistem kerja bagi ASN melalui pelaksanaan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal (work from home) bagi ASN dengan mempertimbangkan penetapan status darurat bencana pada provinsi/kabupaten/kota dimana instansi pemerintah berlokasi.

Baca juga :  Di Masa Pandemi Covid-19, LPMP NTT Lakukan Berbagai Terobosan

Dua, memastikan ASN di lingkungan kementerian/lembaga/daerah menjadi sasaran kerja dan memenuhi target kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai disiplin pegawai.

Selanjutnya, Marius mengatakan, pemerintah juga memperpanjang sistem belajar dari rumah bagi siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK/MA hingga 21 April 2020 mendatang. “Anak sekolah juga belajar dari rumah hingga 21 April 2020 nanti. Instruksi Gubernur terkait hal ini akan menyusul,” tukas Marius.

Sementara, berdasarkan data yang masuk ke Satgas Penanganan Covid-19  dari kabupaten/kota di NTT sampai Senin, 30 Maret 2020  pukul 14.00 Wita, lanjut Marius,  jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di NTT sebanyak 509 orang. Selesai masa pemantauan atau telah sembuh, 53 orang, yang sedang dirawat 9 orang, karantina mandiri 446 orang.

Baca juga :  Bupati Nagekeo Sambangi Komunitas Wisata Gua Jepang Rane

Pasien yang dirawat itu tersebar di RSUD Prof.Dr. W.Z. Johanis Kupang, 4 orang, RSUD TC Hiller Maumere, 2 orang, RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, 1 orang, RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, 1 orang, RSUD S.K Lerik Kota Kupang, 1 orang,  dan RS. Siloam Kota Kupang, 1 orang.

Sementara, dari 23  sampel yang dikirim ke Laboratorium Kementerian Kesehatan, 5 sampel diantaranya sudah diterima dengan hasil negatif, dan tinggal menunggu hasil  dari 18 sampel yang sisanya. (ade)

Komentar