Kondisi Gedung SMAN 4 Lamba Leda Sangat Memprihatinkan

BORONG, NTTPEMBARUAN.COM- Dalam dunia pendidikan memiliki fasilitas yang memadai seperti gedung sekolah yang layak tentu sangat menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM) itu sendiri.

Namun, tidak demikian dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Lamba Leda di Kampung Wae Tua, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana sejak 2017 hingga sekarang sekolah tersebut masih menggunakan tiga gedung dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Informasi yang dihimpun media ini, sekolah itu didirikan sejak 2013 lalu, dalam menjalankan proses KBM, sekolah tersebut meminjam Gedung SMPN 4 Lamba Leda yang ada di wilayah itu sejak 2013 –2016.

Selanjutnya, pada bulan Juli 2017,  sekolah tersebut mulai menggunakan empat gedung darurat yang dibangun secara swadaya oleh orangtua murid setempat, kemudian pada tahun berikutnya pemerintah membangun tiga gedung baru, yakni  2 gedung masing-masing memiliki 2 ruangan yang digunakan untuk KBM serta satu gedung digunakan sebagai perpustakaan dan ruangan guru.

Baca juga :  Dibutuhkan SDM Yang Berdedikasi Tinggi Untuk Mensukseskan Pembangunan

Sejak saat itu hingga sekarang, sekolah tersebut memiliki tujuh ruangan kelas, tiga ruangan diantaranya masih menggunakan ruangan darurat berdinding bambung dan berlantaikan tanah.

Pantauan media ini di sekolah tersebut, Kamis (26/3/2020), dimana kondisi ketiga ruangan kelas darurat yang dibangun secara swadaya oleh orangtua siswa sebelumnya sudah rewot dan tidak layak lagi untuk dijadikan ruangan belajar siswa.

Kepala SMAN 4 Lamba Leda, Fransiskus Arwan saat ditemui wartawan media ini di kediamannya, Kamis (26/3/2020) mengharapkan perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk membangun gedung baru di sekolah itu.

Selaku kepala sekolah, ia telah berulangkali mengusulkan kepada Pemprov NTT melalui Dinas P dan K NTT  lewat data pokok pendidikan (Dapodik) sekolah untuk pembangunan gedung baru, tetapi hingga saat ini belum ada realisasinya.

Baca juga :  Pariwisata Sebagai Prime Mover Lahir Dari Kajian Ilmiah

“Kami sudah mengusulkan lewat Dapodik, sedangkan kebijakan untuk membangun atau tidaknya itu kewenangannya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Frans.

 

Tampak depan Gedung SMAN 4 Lamba Leda di Kampung Wae Tua, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini. (Foto : Florianus Edi/NTT PEMBARUAN.com)

Secara terpisah, Ketua Komite SMAN 4 Lamba Leda, Fransiskus Arsa mengatakan, pihaknya juga merasa prihatin dengan kondisi beberapa ruangan belajar di sekolah itu yang hingga hari ini hanya berdinding bambu dan berlantai tanah.

“Sebagai ketua komite sekaligus mewakili seluruh orangtua  siswa di SMAN 4 Lamba Leda, saya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk bisa membangun gedung baru di sekolah tersebut,”harapnya.

Ia menyebutkan, dari 8 rombongan belajar (Rombel) yang ada, 4 ruangan diantaranya masih menggunakan gedung darurat yang ada. Untuk itu, ia mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk bisa membangun gedung baru di sekolah itu dalam waktu dekat ini. (edi)

Komentar