Pasien yang Meninggal di RSUD Komodo Karena Gagal Nafas

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Almarhum yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal karena gagal nafas atau belum bisa dipastikan karena Covid-19.

“Terkait Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  Covid-19  yang meninggal di RSUD Komodo Labuan Bajo, kita sudah melakukan konfirmasi langsung dengan dr.Wiliam di RSUD Komodo Labuan Bajo melalui teleconference dengan dokter yang merawatnya. Saat teleconference itu diikuti seluruh dokter penyakit dalam se-NTT. Oleh  dr. Wiliam  yang adalah  dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Komodo Labuan Bajo yang juga  merawat pasien itu menjelaskan,  bahwa almarhum meninggal karena gagal nafas,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere didampingi Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si dan Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka kepada wartawan di Posko Covid-19 Dinkes NTT, Kamis (26/3/2020).

Baca juga :  Di Masa Pandemi Covid-19, LPMP NTT Lakukan Berbagai Terobosan

“Jadi, penyebabnya almarhum meninggal karena sakit mininghitis (radang selaput otak) disertai dengan pneumonia (radang paru-paru).  Sebelumnya, pasien tersebut sudah diambil swab  untuk dikirim ke Laboratorium Puslitbang Kemenkes RI, dan kita tinggal menunggu hasilnya saja,” kata drg. Domi  Mere.

Menurut dia, publik tidak perlu berasumsi terminologi ODP dan PDP. Yang disebut PDP ada beberapa parameter,  pertama, menunjukkan gejala –gejala klinis seperti  batuk, pilek, demam,dan  influenza, yang menunjukkan tanda-tanda pneumonia. Namun demikian, perlu juga didukung dengan data-data pemeriksaan radiologi.

“Positif atau tidak harus ditunjangi dengan hasil pemeriksaan laboratorium. Sehingga kita terus berkoordinasi dengan pusat, dalam hal ini, Puslitbang Kemenkes RI, apakah yang bersangkutan itu masuk dalam kriteria Covid-19 atau tidak. Memang riwayat almarhum  datang dari daerah terpapar dari Surabaya, dan sudah menunjukkan gejala-gejala klinis yang mengarah kepada tanda-tanda demam, namun demikian kita tetap melakukan pemeriksaan lanjutan,” kata drg. Domi Mere.

Baca juga :  Sumba Barat Kirim 228 Sampel Swab ke Kupang

Sebagai pembanding, kata dia,  ada satu pasien yang dirujuk dari RS S.K Lerik  Kota Kupang ke RSUD Prof. W.Z Johanes Kupang beberapa waktu lalu, dan  dalam perjalanannya setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium ternyata pasien ini negatif Covid-19.  Sehingga pasiennya berangsur-angsur sembuh. Jadi, soal PDP belum tentu dia positif Covid-19, ujarnya.

Tidak Ada Lockdown

Di tempat yang sama, Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, ST., MM menegaskan, tidak ada penutupan jalur penerbangan udara, darat maupun pelayaran laut di Provinsi NTT termasuk di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Tidak ada lockdown. Tidak ada penutupan bandara dan tidak ada penutupan pelabuhan laut. Semua terbuka normal seperti biasa, kecuali pengetatan pengawasan orang per orang yang masuk ke suatu daerah. Kita dorong para operator, para pengelola bandara dan pelabuhan untuk benar-benar menggunakan protokol kesehatan. Pemkab Manggarai Barat sudah diminta untuk tidak boleh melakukan lockdown,” kata Isyak yang saat itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dan Kadis Kesehatan NTT, drg. Domi Minggu Mere. (ade)