Cegah Covid-19, Pemkab Mabar Tutup Semua Pintu Masuk Ke Labuan Bajo

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi virus corona (Covid-19),  Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan penutupan sementara  semua pintu masuk ke Labuan Bajo, baik melalui darat, laut maupun udara, terhitung sejak  tanggal 26 Maret 2020 pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020 pukul 24.00 Wita.

Penutupan Pelabuhan Laut dan Bandar Udara termasuk melalui darat itu disampaikan dalam surat resmi Bupati Manggarai Barat  kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta dengan Nomor : Kesra.440/94/III/2020  yang ditandatangani Wakil Bupati Manggarai Barat, drh.Maria Geong tanggal 25 Maret 2020.

Surat tersebut menyusul surat edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: SR.03.04/1/T5/2020 tanggal 5 Januari 2020 tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyakit pneumonia dari Negara Republik Tiongkok ke Indonesia dan surat edaran Nomor : HK.02.02/II/329/2020 tanggal 31 Januari 2020, tentang peningkatan kewaspadaan terhadap infeksi Novel Corona Virus (2019-nCov) sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat dunia dan menindaklanjuti Instruksi Gubernur NTT Nomor :1 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di NTT serta surat edaran Gubernur NTT Nomor : BU.440/01/Dinkes//2020 tentan kesiapsiagaan menghadap penyebaran 2019 nCov di NTT.

Baca juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTT 402 Orang

Ada 6 poin yang disampaikan dalam surat tersebut, pertama, berdasarkan gambaran umum dan laporan situasi Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari tim medis rumah sakit yang mengatakan positif Covid-19 (dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap orang dalam pemantauan (ODP).

Kedua, berdasaran data hasil pengamatan yang didapat per tanggal 18 Maret 2020 ada 7 ODP Covid-19 dan sampai dengan tanggal 25 Maret 2020 terjadi lonjakan menjadi 31 ODP. Semua orang/pasien dimaksud datang dari luar daerah tertular Covid-19 yaitu Denpasar, Jakarta, Surabaya dan saat ini ada 2 diantaranya sudah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Ketiga, Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat adalah pintu masuk utama menuju Pulau Flores dan Kabupaten Manggarai Barat merupakan daerah dengan populasi penduduk lebih kurang 256.000 jiwa dan apabila sejumlah ODP dan PDP tersebut pada poin 1 di atas benar-benar positif, maka akan mengancam penduduk Flores dan NTT pada umumnya.

Baca juga :  Bawaslu Nagekeo Pastikan Hak Pilih Masyarakat Tetap Terjaga

Keempat, karena Covid-19 belum dilaporkan, maka pemahaman tentang Covid-19 di kalangan masyarakat serta upaya-upaya untuk mengatasinya masih sangat terbatas, sedangkan upaya komunikasi informasi dan edukasi sulit dilakukan karena sekolah dan beberapa instansi sudah diliburkan dan dibatasi melakukan pengumpulan massa.

Kelima, persediaan fasilitas alat pelindung diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia (masih dalam proses pengadaan dan membutuhkan waktu). Keenam, berdasarkan poin 1 – 5 di atas dan demi keselamatan warga masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dan masyarakat Flores pada umumnya dari infeksi Covid-19, maka dengan ini kami nyatakan bahwa Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat tertutup bagi semua orang dari dan menuju Kabupaten Manggarai Barat, baik melalui darat, laut maupun udara.

Baca juga :  Di Masa Pandemi Covid-19, LPMP NTT Lakukan Berbagai Terobosan

Dengan demikian, seluruh kapal penumpang termasuk kapal penyebrangan feri ASDP, kapal penumpang Pelni dan kapal penumpang lainnya serta pesawat udara ditutup pengoperasaiannya dalam tenggang waktu 9 hari mulai tanggal 26 Maret 2020 pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020 pukul 24.00 Wita. (ade/*)