Tujuh ODP Covid-19 di Nagekeo

MBAY,NTT PEMBARUAN.com- Berdasarkan press release Humas Posko Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo yang terima media ini, Selasa (24/3/2020) melaporkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di daerah itu hingga Selasa, 24 Maret 2020 sudah mencapai 7 orang dari kondisi Senin (23/3/2020) sebelumnya, 4 ODP atau bertambah 3 ODP.

Penambahan tiga ODP itu berasal dari Puskesmas Jawakisa, 2 orang (keduanya adalah pelaku perjalanan dari Bali), dan Puskesmas Maunori, 1 orang (pelaku perjalanan dari Papua). ODP itu, selain punya riwayat perjalanan dari tempat terjangkit, juga  mengalami gejala klinis yang muncul seperti batuk, pilek, flu ringan atau demam.

Semua ODP, dilakukan penanganan pengobatan dan perawatan mandiri di rumah masing-masing. Sementara, jumlah pelaku perjalanan dari tempat terjangkit (P2T2)  sampai dengan Selasa, 24 Maret 2020  pukul 15.00 Wita mencapai 228 orang.

Baca juga :  Haji Asis: Nomor Urut 02, Simbol Keberkahan dan Kedamaian

Kepada 228 orang P2T2 ini sudah dilakukan penanganan medis berupa pemeriksaan suhu badan dan kondisi kesehatan pada umumnya. Selain itu, diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

Apabila selama 14 hari di rumah, ditemukan gejala-gejala seperti  batuk, pilek atau demam langsung melapor ke petugas kesehatan di desa atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dan bisa saja berubah statusnya menjadi ODP.

Masih dari press release tersebut menuliskan, untuk membantu gugus tugas Covid-19  Kabupaten Nagekeo, di setiap kecamatan dibentuk posko termasuk posko lintas batas kabupaten untuk memantau pergerakan orang antar kabupaten.

Tindakan yang dilakukan adalah  penanganan pencegahan wabah virus corona di kecamatan, pemeriksaan suhu badan, serta pemantauan asal perjalanan seseorang baik dari maupun ke Nagekeo.

Baca juga :  FH Unwira Kupang Bedah UU Omnibus Law Cipta Kerja

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo terus melakukan monitoring dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya di posko kecamatan dan posko perbatasan. (mat)