KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari hari ke hari terus meningkat, dan  hingga tanggal 23 Maret 2020 pukul 14.00 Wita sudah mencapai 131 orang dari posisi sehari sebelumnya, 101 ODP.

Dari jumlah itu, 21 diantaranya sudah dilakukan pemantauan yang hasilnya negatif, sehingga sisanya tinggal 110 ODP.   Sementara, jumlah yang sedang dirawat inap di sejumlah rumah sakit di NTT sebanyak 8 orang, dan jumlah yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sebanyak 98 orang.

Perkembangan terbaru kasus Covid-19 di NTT itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere kepada wartawan di Posko Covid-19 Dinas Kesehatan NTT Tahun 2020, Senin (23/3/2020).

Jumlah itu tersebar di Kota Kupang, 34 ODP yang sudah dilakukan pemantuan, 10 orang, sisa 24 ODP, yang sedang dirawat di rumah sakit, 1 orang, yang sedang isolasi mandiri di rumah, 23 orang.

Baca juga :  Agus : Memeriahkan HUT RI Ke-76 dengan Kegiatan Positif

Lembata, 2 ODP, Manggarai Barat, 21 ODP, jumlah yang sedang dirawat, 1 orang dan jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 20 orang, Kabupaten Kupang, 4 ODP, jumlah yang sedang diisolasi mandiri di rumah, 4 orang.

Kabupaten Sikka, 29 ODP, yang sembuh/selesai pemantauan, 11 orang, sisa 18 ODP, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 18 orang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 4 ODP, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 4 orang dan Kabupaten Manggarai Timur, 1 ODP, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 1 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Flores Timur (Flotim), 2 ODP, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 2 orang, Malaka, 1 ODP, jumlah yang sedang dirawat di rumah sakit, 1 orang, Alor, 1 ODP, jumlah yang sedang dirawat di rumah sakit, 1 orang.

Berikutnya, Kabupaten Sumba Timur, 6 ODP, jumlah yang sedang dirawat di rumah sakit, 1 orang, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 5 orang, Belu, 5 ODP, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 5 orang, Sumba Barat Daya (SBD), 8 ODP, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 8 orang, Ende, 3 ODP, jumlah yang sedang dirawat di rumah sakit, 1 orang, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 2 orang, Manggarai,  6 ODP, jumlah yang sedang isolasi mandiri di rumah, 6 orang dan Rote Ndao, 4 ODP.

Baca juga :  Pemprov NTT Tingkatkan Kesiapsiagaan Mengantisipasi Risiko Tumpahan Minyak di Laut
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere didampingi Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, Kadis Perhubungan NTT, Isyak Nuka, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang, Putu A. Sudarma saat memberikan keterangan pers di Posko Covid-19 Dinas Kesehatan NTT Tahun 2020, Minggu (22/3/2020). (Foto : Kanisius Seda/NTT PEMBARUAN.com)

Sebelumnya, atas nama Gubernur  NTT,  Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si memberikan apresiasi kepada Keuskupan Larantuka yang telah membatalkan prosesi Smana Santa tahun ini.

Terima kasih berikutnya juga disampaikan kepada sejumlah Keuskupan lainnya di NTT yang telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada semua umatnya melalui gereja-gereja untuk meniadakan misa pada hari Minggu, 22 Maret 2020 dan Minggu, 29 Maret 2020 mendatang dan umat hanya mengikuti misa melalui streaming.

Terkait penerbangan dan distribusi barang/jasa ke NTT, kata dia, tetap berjalan normal, mengingat NTT sangat bergantung kepada daerah-daerah lain di luar NTT, terutama berkaitan dengan kebutuhan sembilan bahan pokok  (Sembako), faslitas kesehatan seperti alat perlindungan diri (APD), obat-obatan termasuk pengiriman sampel darah pasien ke Jakarta tentu membutuhkan penerbangan  dan sebagainya.

Baca juga :  Di Tengah Pandemi Covid 19, Gubernur NTT : Tingkatkan Perekonomian Daerah

“Begitupun untuk pelabuhan laut,  kita  tetap membuka jalur-jalur untuk kapal-kapal barang yang masuk ke NTT. Sebab, hampir 70 persen kebutuhan logistik untuk masyarakat NTT dari luar NTT. Karena secara ekonomi, kita belum mandiri, seperti gula, garam, beras, dan sebagainya masih didatangkan dari luar NTT,” sebut Marius. (ade)