Update Terkini, ODP Covid-19 di NTT Bertambah 101 Orang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Hingga Minggu, 22 Maret 2020, kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 101 orang, dari posisi sebelumnya, 92 orang.

Dari  101 ODP itu, 21 orang sudah dilakukan pemantauan dan dinyatakan negatif, sedangkan 80 orang lainnya masih dalam status ODP yang  tersebar di beberapa kabupaten/kota di NTT, sebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere didampingi Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat memberikan keterangan pers di Posko Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi  NTT Tahun 2020, Minggu (22/3/2020).

Turut hadir dalam konfrensi pers itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, Kepala Kantor  Kesehatan  Pelabuhan Kelas III Kupang, Putu A. Sudarma , General Manager (GM) Angkasa Pura I El Tari Kupang, Barata Singgih dan Sekretaris Dinas Kesehatan NTT, David Mandala,S.Kep,Ns,.M.Kes.

Baca juga :  Bandara Internasional El Tari Kupang Jadi Destinasi Terintegrasi

“Sesuai data notifikasi dari teman-teman di Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota di NTT, data ODP selalu fluktuatif, dan kondisi kita hari ini (Minggu, 22/3/2020,red) ODP-nya sudah bertambah 9 orang, sehingga total ODP di NTT bertambah  menjadi 101 orang,” jelas drg. Domi.

Rinciannya, Kota Kupang, dari  34 ODP, yang sudah selesai dilakukan pemantauan, 10 orang, sisanya  24 orang, Lembata, 2 ODP,  Manggarai Barat, 12  ODP, Kabupaten Kupang, 2 ODP, Sikka dari 26 ODP yang sudah selesai dilakukan pemantauan, 11 orang, tinggal 15 ODP.

Selanjutnya, Kabupaten TTS,  3 ODP, Kabupaten Manggarai Timur, 1 ODP, Flores Timur, 2 ODP, Malaka, 1 ODP, Alor,  1 ODP, Sumba Timur, 2  ODP,  Belu, 2 ODP, Sumba Barat Daya (SBD), 7 ODP, Ende, 2 ODP  dan Manggarai, 4 ODP.

Baca juga :  Tingkatkan Taraf Ekonomi Petani, Pemprov NTT Intervensi Pada Sektor Hulu

Kata Domi, rata-rata keluhan dari beberapa rumah sakit di NTT terkait keterbatasan alat pelindung diri (APD),seperti  masker dan lain-lain. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Sekjen Kemenkes RI untuk menyampaikan permintaan  APD dari NTT. Walaupun hingga saat ini, NTT masih negatif Covid-19, tetapi melihat eskalasi dan frekuensi kenaikan ODP, kita harus mengantisipasi dari sekarang, sehingga ketersediaan APD  harus selalu siap,” kata drg. Domi.

Terkait keterbatasan APD di NTT, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pempus,  dan menurut informasi yang diperolehnya sudah ada pesawat TNI yang dikirimkan oleh Pemerintah RI ke China dan mudah-mudahan sekembalinya  ke Indonesia  sudah membawa kebutuhan APD yang dibutuhkan, untuk selanjutkan dibagikan ke semua rumah sakit rujukan di Indonesia.

Posko Covid-19 Dinkes Provinsi NTT.

“Hal-hal lain yang harus kita persiapkan antara lain berkaitan dengan kepatuhan terhadap kebijakan social distance (menjaga jarak dengan orang lain,red) harus betul-betul diterapkan dan  tidak hanya sekedar wacana saja,”imbuhnya.

Baca juga :  Pemprov NTT Fokus Tangani DBD dan Masalah Sampah

Kenapa demikian, kata dia, karena  penularan Covid-19, tidak saja berdasarkan bersin maupun lontaran air liur yang membawa virus, tetapi juga melalui udara.  Karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat,  untuk tidak boleh berkumpul  di suatu tempat dalam  jumlah yang  banyak, seperti  di ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara, di mall, pasar atau tempat umum lainnya. (ade)