Melindungi Anak dari Covid-19, Jadwal UNBK SMA di NTT Bakal Bergeser

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Benyamin Lola kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Jumat (20/3/2020) mengatakan, semua sekolah di NTT mulai dari PAU,TK,SD,SMP,SMA/SMK diliburkan selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 20 Maret -4 April 2020, dan masuk kembali tangal  6 April 2020.

Hal itu mengacu pada Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor :443/100/PK/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease 2019 (Covid-19) pada satuan pendidikan di NTT.

“Kita sudah bangun koordinasi dengan pusat, dan sebelumnya Badan Standar Nasional (BSN) telah memberi  informasi kepada seluruh Dinas P dan K  di tingkat provinsi, kabupaten/kota untuk mengantisipasi kemungkinan proses pendidikan sekolah diliburkan dan anak-anak dirumahkan. Apabila dirumahkan kita akan melaporkan untuk ujian nasional yang sementara berlangsung, seperti SMK yang sudah melaksanakan UN hingga tanggal 19 Maret 2020 sudah berakhir. Sementara untuk UN SMA mulai tanggal 30 Maret – 2 April  2020 kemungkinan besar  digeser dan waktunya pelaksanaannya tergantung perkembangan virus corona itu. Jadi kita masih melihat dan belum memastikan waktunya ujiannya,”jelas Mantan Kadis Perpustakaan NTT ini.

Baca juga :  Pemprov NTT Berkomitmen Wujudkan Sumba Sebagai Pusat Energi Baru dan Terbarukan

Terkait dirumahkan semua siswa itu, pihaknya sudah menyurati  sekolah – sekolah di NTT supaya guru – guru  tetap mempersiapkan materi pembelajaran, bahan ajar secara online dengan memanfaatkan portal rumah belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain online juga menggunakan sistem offline supaya bisa membantu siswa dan guru bila ada yang tidak memiliki sarana prasaran online, maka bisa mengunduh materi secara offline supaya siswa bisa belajar mandiri di rumah.  “Ini yang kita sudah surati ke sekolah –sekolah, sehingga intruksi gubernur diberlakukan, maka guru – guru sudah siap dan siswa bisa belajar di rumah,” ujarnya.

Kata Lola, instruksi gubernur meliburkan semua anak sekolah di NTT itu sebagai bentuk melindungi mereka dari bahaya Covid-19. (ade)

Komentar