Cegah Covid-19, Sekolah di NTT Diliburkan 14 Hari

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Salah satu upaya untuk mencegah penularan infeksi corona virus disease 2019 (Covid-19), semua sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dari PAUD,TK,SD/MI,SMP/MTs, SMA/MA/SMTK/SMAK,SMK/MAK dan SLB se-NTT diliburkan selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan tanggal 4 April 2020 dan masuk kembali pada tanggal 6 April 2020.

Hal itu mengacu pada Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor :443/100/PK/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease 2019 (Covid-19) pada satuan pendidikan di NTT.

Instruksi tersebut disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere dan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Valeri Guru dalam jumpa pers di Ruang Media Center Kantor Gubernur NTT, Kamis (19/3/2020).

Instruksi Gubernur NTT itu mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan corona virus disease 2019 (Covid-19) pada satuan pendidikan dan menindaklanjuti Instruksi Gubernur NTT Nomor 1 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT.

Baca juga :  Menag Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kondisinya Baik

Terkait jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMA/MA/SMTK/SMAK dalam bulan Maret ini, kata Marius, kepastiannya waktu pelaksanaannya akan disampaikan setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT berkoordinasi dengan Badan Standar  Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta.

Walaupun dirumahkan selama 14 hari,  tetapi guru-guru tetap mempersiapkan bahan ajar dan tetap melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan salah satu metode, seperti  metode online, dimana guru menyiapkan kelas maya dengan menggunakan akses rumah belajar Kementerian P dan K di laman belajar.kemdikbud.go.id.

Selain itu, menggunakan cara belajar offline, yaitu guru mengunduh materi-materi ajar dari internet atau rumah belajar lalu dibagikan kepada peserta didik masing-masing sebelum dirumahkan untuk dipelajari dan dikerjakan selama masa dirumahkan.

Baca juga :  Gubernur : Mari Bersinergi, Agar Masyarakat Yakin Negara Hadir di NTT

Metode penugasan secara manual, dimana guru memberikan penugasan secara manual kepada peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar yang ada untuk dikerjakan di rumah masing-masing dan dikumpulkan pada saat masuk sekolah atau pada saat libur atau dirumahkan dengan cara dikirimkan melalui email atau media sosial (WA).

Khusus guru dan tenaga kependidikan untuk tetap memberikan panduan, tuntutan dan monitoring terhadap aktifitas peserta didik melalui media sosial, seperti WA group dan melakukan evaluasi secara rutin serta evaluasi pada saat masuk sekolah kembali.

Selama siswa/i di rumahkan, guru-guru wajib membuat laporan kepada kepala sekolah terkait proses pembelajaran dan menginformasikan terkait kebijakan merumahkan peserta didik kepada orangtua/wali melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh sekolah masing-masing.

Selanjutnya, untuk orangtua/wali, terus melakukan pemantauan terhadap aktifitas belajar anak selama di rumah dan bertanggungjawab mengontrol atau membatasi aktifitas anak di luar rumah.

Khusus untuk peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, lanjut dia, jika melakukan praktek kerja lapangan di wilayah terpapar, maka sekembalinya dari tempat praktek dilarang untuk keluar dari rumah selama 14 hari, wajib berada di rumah dan tidak bepergian kemana-mana.

Baca juga :  Gubernur NTT Dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kabupaten Kupang

Selama dirumahkan, tetap memperhatikan protokol kesehatan antara lain, menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan dan sebagainya) satu sama lain. Apabila ke luar rumah, tetap menjaga jarak (social distancing) dengan orang lain, mencuci tangan menggunakan air dan sabun (hand sanitizer/disinvectananti-septic), mengontrol suhu tubuh menggunakan termometer badan (thermal gun) yang ada di rumah masing masing, menghindari pertemuan dalam kelompok besar dan jika mengalami gejala sakit segera memeriksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat, imbuhnya. (ade)