Mantan Menteri P dan K Berwisata ke SMKN 4 Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 1993-1998, Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro (85) berwisata ke SMKN 4 Kupang, Selasa (17/3/2020).

Mantan Menteri di zaman Pemerintahan Presiden Soeharto (almarhum,red) dalam Kabinet Pembangunan VI itu berwisata ke SMKN 4 Kupang didampingi Rektor Universitas Pendidikan Guru (UPG) 45 NTT, David Selan.

Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro yang saat ini menduduki jabatan sebagai Dewan Penasehat PGRI Pusat itu datang ke NTT selain berkunjung ke Kampus UPG 45 NTT juga berwisata ke beberapa sekolah di NTT, antara lain 4 sekolah di Kabupaten Rote Ndao masing-masing 2 SMK dan 2 SMA.

Sedangkan, Kota Kupang, Prof. Wardiman hanya mengunjungi dua sekolah, yakni SMKN 4  Kota Kupang dan SMAN 10 Kota Kupang. Di SMKN 4 Kota Kupang, Prof. Wardiman disambut Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd didampingi Ketua Komite SMKN 4 Kupang, Nus Benggu bersama para guru di sekolah itu kemudian dilanjutkan dialog.

Dalam sekapur sirihnya, Kepala SMKN 4 Kota Kupang, Semi Ndolu,S.Pd menceritakan gambaran singkat tentang sekolahnya. Nama SMKN 4 Kupang berdiri sejak Tahun 1989 dan baru dinegerikan Tahun 1993.

Baca juga :  Bupati Nagekeo Sambangi Komunitas Wisata Gua Jepang Rane

Awal berdirinya, sekolah itu diberi nama Sekolah Menengah Seni Rupa kemudian diganti nama menjadi SMIK lalu berubah lagi menjadi  SMKN 4 Kupang hingga sekarang ini. Sejarah berdiri sekolah itu, menurut Semi,  tidak terlepas dari kebijakan dari Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kami bersyukur dan berterima kasih, karena dari sekian sekolah yang ada di Kota Kupang hanya SMKN 4 Kupang yang dikunjungi oleh Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro. Ini merupakan kunjungan kedua Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro ke sekolah kami, setelah kunjungan pertama pada Tahun 2017 lalu ketika kami dipercayakan mewakili NTT untuk mengikuti ajang pameran nasional LKS di Malang. Kami merasa ini merupakan sebuah penghormatan yang luar biasa,”kesan Semi.

Di hadapan Prof. Wardiman, Semi memperkenalkan 5 kompetensi keahlian yang ada di sekolahnya saat ini, yakni Kria Kreatif Kayu dan Rotan, Kria Kreatif Batik dan Tekstil, Design Interior dan Teknik Verniture, Design Komunikasi Visual dan Teknik Jaringan Kompoter (TKJ).

Baca juga :  Basarnas Kupang Berhasil Evakuasi Kapal Penampung Ikan yang Mengalami Lost Contact

Sementara, jumlah siswa yang di sekolahnya saat ini, 600 orang dengan jumlah guru dan pegawai, 63 orang dengan 21 ruangan belajar (Rombe). “Kami punya tagline bagaimana  menjadikan sekolah ini menjadi sekolah yang bernuansa budaya. Karena itu, yang  dikembangkan pada kompetensi keahlian Kria Kreatif Batik dan Tekstil adalah tenun ikat.

Mantan Menteri P dan K RI, Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro saat dialog dengan para guru SMKN 4 Kupang mengaku, kunjungannya saat itu merupakan bagian dari wisata pendidikan, setelah pulang mengunjungi 4 sekolah di Rote Ndao, yakni 2 SMK dan 2 SMA.

“Hari ini (Selasa, 17/3/2020,red) ada 2 sekolah yang saya kunjungi di Kota Kupang, selain SMKN 4 Kupang juga SMAN 10 Kupang lalu pulang ke Jakarta. Jadi , ini namanya wisata pendidikan,”kata Prof. Wardiman yang disambut tepuk tangan para guru yang hadir saat itu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 1993-1998, Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro berpose bersama guru-guru SMKN 4 Kupang  saat mengunjungi sekolah itu, Selasa (17/3/2020)

Prof. Wardiman juga berwisata ke 4 sekolah di Kabupaten Rote Ndao sebelumnya atas petunjuk dari putra asli Rote Ndao yang tinggal di Jakarta, yaitu Saleh Husein, Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI  dan Adrianus Moy, Mantan Gubernur Bank Indonesia.

Baca juga :  Presiden Jokowi Kembali Kunker ke Labuan Bajo

“Saya  merasa bangga karena 5 program keahlian yang dimiliki di SMKN 4 Kupang adalah bidang kreatifitas, dan ini luar biasa,” kata Prof.Wardiman. Orang Indonesia. khususnya orang Timur, menurut dia, rata-rata kreatifnya cukup tinggi, tetapi  perlu dibina, sehingga membangkitkan motivasi belajar siswa.

Menurut dia, kompetensi keahlian yang dimiliki  sekolah itu sudah cukup bagus, tinggal diikuti dengan  kelompok marketingnya atau pemasarannya saja, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat banyak.

“Karena itu, carilah marketing dan fashion serta meminta masukan Dekranasda NTT termasuk mengundang ahli-ahli fashion di Kupang untuk melakukan ceramah dengan guru-guru dan siswanya, sehingga hasil karya yang ada bisa menembus pasaran dunia.  Itu harapan saya, dan semoga sukses,” pesan Prof. Wardiman sebelum meninggalkan sekolah itu. (ade)