Yohanes : Membangun Kawasan Pertanian Berbasis Koperasi

MBAY, NTT PEMBARUAN.com- Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Perindustrian Kabupaten Nagekeo , Yohanes Petrus Kadu,S.E mengatakan, pembangunan kawasan pertanian harus berbasis koperasi.

“Membangun pertanian adalah tanggung jawab bersama bukan hanya sekedar dinas tekhnis terkait. Kita melatih petani untuk berwirausaha bahwa petani tidak hanya sekedar menanam, tapi bisa mengolah dan memasarkan serta peningkatan akses modal ke lembaga pembiayaan,”jelas Yohanes saat  menyosialisasi gerakan masyarakat sadar koperasi (GEMASKOP) dengan tema korporasi petani berbasis koperasi di Aula Kantor camat Aesesa, Jumat (13/3/2020) .

Kelompok koperasi petani  diharapkan terbentuk dari perkumpulan organisasi konvensional pertanian, seperti gabungan kelompok usaha tani dan atau P3A.

Manfaat korporasi petani berbasis koperasi meningkatkan posisi tawar petani, adanya jaminan pasar, adanya jaminan SHU, adanya jaminan benih, pupuk dan obat-obatan, penyewaan jasa alsintan, fasilitas pinjaman, fasilitas pergudangan, fasilitas asuransi, bantuan pendampingan administrasi dan manajemen lembaga ekonomi.

Baca juga :  Gubernur NTT : Kehadiran Kepolisian, Kejaksaan dan TNI Harus Mensejahterakan Masyarakat

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Aesesa Oskar Sina, Kabid koperasi dinas koperindag kabupaten Nagekeo Yohanes Petrus Kadu, SE seluruh Ketua P3A  dan PPL Pertanian di rigasi Mbay, serta kepala desa di wilayah irigasi.

Camat Aesesa, Oskar Sina didampingi Kabid Koperasi Dinas Koperindag Kabupaten Nagekeo saat   membuka kegiatan sosialisasi  GEMASKOP gerakan masyarakat sadar koperasi dengan tema korporasi petani berbasis koperasi di Aula Kantor Camat Aesesa, Jumat (13/3/2020) (Foto : Muhamad Dedi Ingga/NTT PEMBARUAN.com)

Sementara, Camat Aesesa, Oskar Sina saat membuka kegiatan itu mengatakan,  bersama Dinas Koperindag Kabupaten Nagekeo memaksimalkan perkumpulan petani pemakai air  (P3A) untuk menjadi lembaga keuangan yang kuat di tingkat petani.

“ Saya mengharapkan P3A hanya menjadi koordinir kelompok -kelompok tani yang ada di wilayah P3A, sehingga tidak tumpang tindih dalam kerja- kerja di lapangan. Di bawah pendampingan PPL Pertanian bersama kelompok tani untuk bisa mengakses modal dalam memenuhi kebutuhan petani dalam mengolah pertanian,”kata Oskar. (mat)