P2TP2A Nagekeo Gagalkan Dua Pekerja Anak di Bawah Umur

MBAY, NTT PEMBARUAN.com-Kamis, 12 Maret 2020, Tim P2TP2A Kabupaten Nagekeo mengagalkan dua pekerja anak di bawah umur masing-masing berinisial MB (17) asal Desa Waturia, Kabupaten Sikka dan YW (18), asal Kelurahan Waeoti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka ketika hendak dipekerjakan sebagai penjual barang lelang di daerah itu.

Tim P2TP2A Nagekeo menemukan kedua gadis itu di rumah milik Damsinur, Ketua RT 01, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Tim P2TP2A Kabupaten Nagekeo mengetahui keberadaan kedua korban berkat informasi dari YW, salah satu korban melalui chatting via messenger dengan salah seorang temannya bernama Iki.

Tim P2TP2A Nagekeo menemukan kedua gadis itu di rumah milik Damsinur, Ketua RT 01, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Tim P2TP2A Kabupaten Nagekeo mengetahui keberadaan kedua korban berkat informasi dari YW, salah satu korban melalui chatting via messenger dengan salah seorang temannya bernama Iki.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang

Damsinur saat ditemui Tim P2TP2A di rumahnya, membenarkan kalau kedua gadis asal Kabupaten Sikka itu tiba di rumahnya , Rabu (11/3/2020) sekitar pukul 21.00 Wita (jam 9 malam). Damsinur sendiri sudah menanyakan kepada kedua gadis itu, apakah mereka bekerja atas sepengetahuan orangtua atau tidak.

Setelah menemukan kedua gadis di bawah umur itu, selanjutnya, Tim P2TP2A Kabupaten Nagekeo mengadukan ke Polres Nagekeo untuk diproses secara hukumkepada yang mempekerjakan kedua anak tersebut.

Di Polres Nagekeo, Tim P2TP2A yang membawa kedua gadis itu diterima oleh KBO Shabara Polres Nagekeo, Ipda Stef Siga dengan menghadirkan Damsinur , sebagai pemilik rumah karena kedua gadis itu sempat menginap di rumahnya.

Baca juga :  Gubernur NTT Ajak Masyarakat Tingkatkan Imunitas Tubuh Hadapi Covid-19

Setelah dimintai keterangan di Polres Nagekeo, kedua korban tersebut diserahkan Tim P2TP2A Kabupaten Nagekeo untuk dikembalikan kepada kedua orang tuanya di Kabupaten Sikka. Sebab, salah satu orangtua dari korban YW sudah melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Sikka sebelumnya.

Terhadap kejadan ini, Ernasta Lokon, salah satu Tim P2TP2A Kabupaten Nagekeo yang melakukan pendampingan kedua korban mengingatkan kepada orang yang mempekerjakan kedua itu agar persoalan serupa tidak boleh terulang lagi di masa-masa mendatang karena sangat merugikan anak.

Sementara, MB (17) asal Desa Waturia, Kabupaten Sikka kepada wartawan media ini mengaku, kalau dirinya melakukan pekerjaan menjual lelang barang atas ajakan Hasrul ( 23) untuk bekerja sebagai penjual lelang barang di Ende.

“Selesai menjual di Ende, kami diajak lagi oleh Hasrul untuk meneruskan perjalanan ke Mbay, Ibu Kota Kabupaten Nagekeo dengan tujuan melanjutkan penjualan lelang barang yang sama. Namun, sebelum menjual, kami sudah ditangkap oleh Tim P2TP2A Kabupaten Nagekeo,” kisah MB setelah pulang dari Polres Nagekeo, Kamis (12/3/2020).

Baca juga :  Ribuan Pendukung Antar Paket Edi-Weng Daftar di KPU Mabar

Lain lagi dengan YW asal Kelurahan Waeoti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka dimana dia mengaku menjual lelang barang itu karena diajak rekannya bernama Cici untuk bekerja dengan Hasrul dengan jenis jualan yang sama.(mat)