Tahun 2020, Pemkab Nagekeo Bangun 58 Rumah Layak Huni di Aesesa

MBAY, NTT PEMBARUAN.com – Pada Tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo akan membangun 58 unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kecamatan Aesesa.

Hal itu disampaikan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do kepada NTT PEMBARUAN.com di rumah jabatannya (Rumjab) usai mengikuti Musrenbangcam Aesesa, Selasa (10/3/2020).

Bupati Don Bosco berjanji, akan membangun 58 unit rumah layak huni sebagai jawaban atas laporan Camat Aesesa, Oskar Sina saat Musrembangcam di kecamatan itu, Selasa (10/3/2020) yang melaporkan, penyumbang angka kemiskinan di kecamatannya sebesar 52 persen dan kebanyakan dipicu dari kondisi rumah yang tidak layak.

Menjawab persoalan itu, Bupati Don Bosco langsung meresponnya dan menjanjikan akan membangun 58 unit rumah layak huni bagi masyarakat di kecamatan itu dengan anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD II) Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2020.

Baca juga :  Pemprov NTT Tetapkan Tarif Swab Rp 900.000

Sedangkan, untuk lahan pertanian Mbay akan dimaksimalkan program penanaman jagung.  “Daripada lahan itu dibiarkan kosong dan tidak diolah, sebaiknya kita gunakan untuk tanam jagung. Kita akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membantu kita, sehingga kita tidak menggunakan APBD yang sedikit saja,” tukasnya.

Salah satu visinya ke depan adalah percepatan pembangunan pertanian, sehingga infrastruktur pertanian menjadi tanggung jawab semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar tidak hanya berharap pada Dinas Pertanian saja.

Kepala Bapeda Kabupaten Nageko, Wolfgang Lena didampingi Camat Aesesa, Oskar Sina saat memimpin  Musrenbangcam Aesesa, Selasa (10/3/2020) (Foto : Muhamad Dedi Ingga/NTT PEMBARUAN.com)

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena dalam Musrembangcam Aesesa menjelaskan,  arah kebijakan pembangunan Kecamatan Aesesa harus dimulai secara kontekstual.

Ia menyebutkan, Wilayah Kecamatan Aesesa,  menyumbang 30 persen luas Wilayah Kabupaten Nagekeo dengan jumlah penduduk 44.661 jiwa atau 27 persen dari  jumlah penduduk Kabupaten Nagekeo.  Sementara, jumlah rumah tangga miskin, 2.481 rumah tangga.

Baca juga :  Pariwisata Sebagai Prime Mover Lahir Dari Kajian Ilmiah

Visi pembangunan Kabupaten Nagekeo 2018—2023 adalah  mewujudkan masyarakat Nagekeo yang sejahtera, nyaman, dan bermartabat melalui pembangunan pertanian dan pariwisata.

Sementara itu, Camat Aesesa, Oskar Sina mengakui, persoalan rumah tidak layak huni menjadi persoalan utama penyumbang tertinggi angka kemiskinan di Aesesa  dengan persentase sebesar 52 persen rumah tidak layak huni.

Selain itu, persoalan irigasi pertanian Mbay, dimana tingginya pengalihan fungsi lahan pertanian, dan pembagian pembangunan infrastruktur pertanian yang tidak merata, sehingga ada ketimpangan infrastruktur pertanian yang menyebabkan pembagian air di lahan irigasi pertanian Mbay 90 persen tidak berfungsi.

Persoalan lain, masih terdapat perilaku pembuangan sampah sembarangan, karena belum tersedia tempat sampah yang memadai  termasuk tempat pembuangan akhir (TPA).  Masalah lain, belum adanya tempat pemakaman umum  (TPU) untuk warga kota, khususnya Kelurahan Danga, banyak drainase tersumbat karena tanpa deker dan persoalan air bersih menjadi kendala utama di kota.

Baca juga :  Bawaslu Nagekeo Pastikan Hak Pilih Masyarakat Tetap Terjaga
Forum Musrembang Kecamatan Aesesa di Aula Kantor Camat setempat, Selasa (10/3/2020) (Foto : Muhamad Dedi Ingga/NTT PEMBARUAN.com)

Camat Oskar juga melaporkan, kondisi infrastruktur jalan  belum memadai, ada 2 desa di kecamatannya belum ada lampu jalan, sehingga  gelap di malam hari, BUMDes belum satu pun yang memberi kontribusi untuk pendapatan desa dan bak pembagian air yang tidak berfungsi 90 persen.

Turut hadir dalam Musrembangcam itu, Wakil Ketua DPRD  Kabupaten Nagekeo, Kris Du’a dan Anggota DPRD Dapil I Nagekeo,  para Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Nagekeo, para lurah dan para kepala desa se-Kecamatan Aesesa. (mat)