Enam Bulan Pertama, PDAM Kabupaten Kupang Target 600 Pelanggan Baru

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang, Yoyarib Mau akan menargetkan 600 pelanggan baru  selama enam bulan pertama ia memimpin perusahaan itu.

“Saya targetkan 600 pelanggan baru selama enam bulan pertama, saya memimpin perusahaan ini ,” janji Yoyarib Mau kepada media ini di Kantor PDAM Kabupaten Kupang, Kamis (5/3/2020).

Target terdekat itu adalah ada penyerahan Pamsimas di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang dengan jumlah calon pelanggan berkisar antara 200 -300 pelanggan baru untuk dikelola PDAM Kabupaten Kupang.

Selain itu, ada beberapa titik lagi  yang sudah diinstalasi hingga pemasangan meteran air oleh salah satu Satker Pengairan Cipta Karya Pusat yang ada di daerah  di bawah Balai  Prasarana Wilayah NTT  yang berkantor di Eks Kantor Dinas PUPR  NTT dengan calon pelanggan, 154  kepala keluarga (KK) yang telah  menyerahkan Instalasi Perpipaan Air (IPA) untuk air minum bersumber dari sumber mata  air  Bendungan Tilong untuk pelanggan di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah.

Menurut dia,  instalasinya sudah sampai pada pemasangan meteran, namun untuk memastikan ruang kerjanya,  perlu melakukan survei lokasi di sumber mata air Bendungan Tilong.

Baca juga :  178 KK di Desa Golo Mangung Terima BLT, Kades Engelbertus: Uang Ini Bukan untuk Membeli Miras

Khusus untuk 154 calon  pelanggan baru di Desa Oebelo itu, lanjut  dia, perlu dilakukan sosialisasi  lagi kepada masyarakat  terkait pengalihan pengelolaan tersebut. Kata Mau, selama ini, pengerjaan proyek air bersih untuk 154 kepala keluarga (KK) dalam bentuk hibah, sehingga mulai pemasangan instalasi, pemasangan meteran hingga pemakaian air secara gratis.

Tetapi, begitu dialihkan ke PDAM Kabupaten Kupang nanti, maka akan dikenakan tarif sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi dulu, sehingga menyatukan pemahaman dengan masyarakat  terlebih dahulu.

Yoyarib mengatakan,  secara dejure sudah dilakukan penyerahan kepada PDAM Kabupaten Kupang , tetapi secara defaktonya belum turun ke lapangan untuk  melakukan survvei lokasi pelanggan.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan bertemu dengan Kades Tanah Merah untuk bisa mengumpulkan masyarakatnya dan memberi pemahaman kepada mereka soal pengalihan pengelolaan oleh PDAM nanti, sehingga mereka (masyarakat,red) tidak berpikir gratis terus,” tandasnya.

Dalam perencanaannya ke depan,  semua jaringan  pipa yang terpasang  sepanjang Polres Babau dan sejumlah usaha  pertokoan da n kios di sepanjang jalan itu akan menjadi calon pelanggan PDAM Kabupaten Kupang.

Baca juga :  Pemkab Kupang Akan Menata Kembali Pasar Oesao

Hanya saja, tugas Kades Tanah Merah bekerjasama dengan PDAM Kabupaten Kupang mengubah mainset masyarakat, yang sebelumnya menggunakan air secara gratis, dan kalau dikelola oleh PDAM akan dikenakan tarif untuk biaya operasional  atau pembelian bahan bakar untuk proses pengisian air masuk ke rumah-rumah masyarakat.

Penjabat Direktur PDAM Kabupaten Kupang sebelumnya, ujar dia, pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat , tetapi harus berulangkali, sehingga mereka benar-benar paham.

Karena itu, dibutuhkan peran serta kepala desa atau lurah setempat sebagai garda terdepan pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakatnya, sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi antara masyarakat dengan PDAM nanti.

Menyinggung soal target PAD Tahun 2020 , kata Yoyarib, targetnya masih  Rp 1 miliar untuk disetorkan ke Pemkab Kupang. Ia optimis, kalau intensitas hujannya baik, maka tentu berpengaruh pada laba bersih.

Sumber air yang dikelolanya saat ini ada 26 sumber mata air masing-masing, 16  sumber mata air permukaan, dan 10 sumber mata air lainnya dari  sumur bor. Terkait total debit air dari 26 sumber mata air itu, Mau belum bisa memastikannya, karena sifatnya fluktuatif atau tergantung curah hujan.

Baca juga :  Gubernur VBL : Lahirkanlah Generasi Pramuka Pancasilais

Contohnya, dulu sumber mata air dari Baumata total debit air awalnya, 23 liter per detik, tetapi sekarang sudah menurun hingga 10 liter per detik. Begitupun kondisi air Tilong, saat ini sudah kritis, sehingga sulit dipastikan total debit airnya.

“Kelemahan kita adalah tidak ada upaya untuk menahan atau membendung  air, sehingga ketika hujan turun langsung menuju ke laut dan hilang begitu saja,” pungkasnya.

11.000 Pelanggan Pasif

Yoyarib juga menyebutkan, dari  33.000 pelanggan PDAM Kabupaten Kupang, 11.000 pelanggan lainnya  sudah  tidak aktif lagi karena tunggakan pembayaran, sehingga dilakukan program amnesti atau memberikan keringanan. 

Pelanggan terbanyak  PDAM Kabupaten Kupang adalah Warga Kota Kupang, sedangkan Kabupaten Kupang hanya berkisar 2.000-3.000 pelanggan saja. “Karena itu, kita harus memberikan pelayanan yang maksimal di Kota Kupang,” tukasnya. (ade)