Beberapa Proyek Fisik Tahun 2019 Desa Rengkam Diduga Fiktif

BORONG, NTTPEMBARUAN.COM- Sejumlah item proyek fisik dana desa (DD) Tahun 2019 di Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak tuntas dikerjakan alias mangkrak.

Salah satu warga Desa Rengkam yang enggan namanya di mediakan mengaku kecewa, pasalnya beberapa item anggaran DD di desa tersebut diduga fiktif.

Menurutnya, hampir seluruh proyek di desa itu tidak ada papan informasi proyek, serta baliho infografi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) juga tidak ada sama sekali sejak beberapa tahun terakhir.

“Pokoknya banyak pekerjaan proyek desa yang dikerjakan sejak Tahun 2015 silam, hampir semuanya tanpa papan informasi proyek alias papan tender. Selain itu, banyak item anggaran yang tidak direalisasi, sementara di RAB dilaporkan tuntas” ujarnya, Kamis (5/3/2020) saat ditemui wartawan.

Ironisnya ,kata dia, semua item proyek fisik itu sudah tertuang dalam lampiran peraturan kepala desa (Kades) Rengkam Nomor 1 Tahun 2019 tentang penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang dalam laporannya terlaksana seratus persen. Namun, pelaksanaannya tidak ada, itu pun belum termasuk tahun anggaran 2018 dan tahun sebelumnya.

Baca juga :  Di NTT, Insentif 9.000-an Guru Komite dan GTT Yayasan Siap Dibayar

Selain itu lanjut dia, sejak Tahun 2015 hingga sekarang Pemerintah Desa (Pemdes) Rengkam belum memiliki kantor desa yang layak sebagai pusat pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menambahkan, terpaksa seluruh aktifitas pelayanan dilakukan di rumah pribadi kepala desa.

“Dari Tahun 2015, kantor desa kami  belum dibangun pak. Seluruh aktifitas pelayanan dilakukan di rumah pribadi kepala desa, termasuk tamu dari kecamatan dan kabupaten juga dilayani di rumah pribadinya,” tuturnya. Sementara itu, beberapa warga lainnya menyebutkan, jika sang Kades jarang berada di tempat.

“Pak Kadesnya sering berada di Narang, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, jarang berada di sini (Desa Rengkam,red) hanya waktu-waktu tertentu saja,” tutur mereka.

Baca juga :  Bupati Nagekeo dan Kelompok Tani Karya Nyata 6 Panen Padi Bersama di Mbay II

Berikut ini adalah beberapa proyek fisik yang tidak tuntas dikerjakan, antara lain, pertama,  Pekerjaan Pembangunan Tembok Penahan Tanah Jalan Golo Kembang Ros – Wae Dimpung yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 107.483.814 yang terlihat putus-putus pengerjaannya,tetapi dilaporkan seakan-akan sudah rampung 100 persen.

Kedua,  Pekerjaan Pembangunan Pelebaran Jalan Golo Kembang Ros – Wae Emas sepanjang 30 meter dengan anggaran sebesar Rp 2.177.317 yang bukti fisiknya tidak ada.  Ketiga, Pekerjaan pembangunan Drainase Jalan Bea Purang – Natas Terong dengan anggaran sebesar Rp 8.541.278 yang dalam realisasi material ada di lokasi, tetapi tidak dikerjakan.

Keempat,  Pekerjaan Pembangunan Deker Plat Jalan Bea Purang – Natas Terong dengan anggaran sebesar Rp 5.242.446 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan. Kelima, Pekerjaan Pembangunan TPT Bea Purang – Natas Terong dengan anggaran sebesar Rp 15.117.195 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan.

Baca juga :  Satu Pasien Positif Covid-19 di RSUD W.Z Johannes Kupang Meninggal Dunia

Keenam, Pembangunan Rutilahu dengan anggaran  sebesar Rp 120.000.000 yang realisasi fisiknya tidak ada, dan ketujuh, Pemeliharaan Sumber Air Bersih milik desa (mata air, penampung air, sumur bor, dll) dengan anggaran sebesar Rp 9.600.000 yang dalam realisasinya tidak ada. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Rengkam, Fransiskus Yunsun belum berhasil di konfirmasi. (edi)