KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Nilai Tukar Petani (NTP) pada  Februari 2020 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menurun sebesar 0,23 persen dibanding dengan kondisi  NTP Januari 2020 sebelumnya. Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Februari 2020 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100).

Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. Pada bulan Februari, NTP NTT sebesar 96,03 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,48 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 103,76 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H), 92,13 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 105,82 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 95,79 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

Baca juga :  Exotic Komodo Hotel Bagi 1000 Paket Sembako Kepada Masyarakat PPKM di Labuan Bajo

Terjadi penurunan sebesar 0,23 persen pada NTP Februari jika dibandingkan dengan NTP Januari 2020, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Demarce M. Sabuna,SST,S.E,M.Si didampingi Kepala Bidang Statistik Produksi BPS NTT, Sofan, S.Si,M.Si dan Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik  BPS NTT, Matamira B. Kale, S.Si,M.Si kepada wartawan dan sejumlah instansi terkait di Ruang Rapat BPS NTT, Senin (2/3/2020).

Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan menurun dibanding bulan sebelumnya atau perubahan harga komoditi konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan komoditi yang diproduksi petani.

Di daerah perdesaan terjadi inflasi sebesar 0,53 persen dipengaruhi oleh kenaikan harga makanan, minuman dan tembakau serta kesehatan.

Baca juga :  Kapolres Mabar Bersama Timnya Pantau Lokasi Wisata Pulau Komodo

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 271 kecamatan di NTT pada Februari, NTP di NTT mengalami penurunan dibandingkan Januari yaitu sebesar 0,23 persen. Penurunan ini disebabkan oleh harga jual hasil pertanian meningkat, namun tidak sebesar peningkatan harga beli komoditi konsumsi rumah tangga dan kebutuhan produksi.

Ditinjau per subsektor dengan membandingkan NTP Februari dengan NTP Januari, maka subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan mengalami penurunan indeks.

Indeks harga yang diterima petani dari ke lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Februari, indeks harga yang diterima petani meningkat 0,26 persen dibandingkan Januari yaitu dari 101,39 menjadi 101,65. Peningkatan pada Februari disebabkan oleh meningkatnya indeks pada subsector tanaman pagan, hortikultura, peternakan dan perikanan. (ade)