Cegah Virus Corona, Bandara Komodo Siagakan Thermal Scanner

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com Salah satu  upaya untuk  mencegah penyebaran virus corona ke  daerah super prioritas pariwisata premium Labuan Bajo, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat telah menyiagakan 1 unit thermal scanner dilengkapi dengan petugas medis di Kawasan  Bandara Komodo.

“Berdasarkan hasil monitoring yang kami  lakukan dengan menggunakan alat thermal scanner belum terdeteksi adanya tanda-tanda wisatawan  yang terpapar novel corona virus, “aku dr.Regina Lamalepa, Petugas Monitoring Thermal Scanner Pelabuhan Laut dan Bandara Komodo Labuan Bajo kepada media ini di Labuan Bajo, Selasa (25/2/2020).

Terkait  ketersediaan alat scanner, kata Regina,  saat ini cukup memadai, hanya yang mungkin perlu ditambahkan  saja adalah aimber daya manusia dan ruang isolasi di Bandara Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Mami kepada media ini menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk menjaga arus kunjungan wisatawan ke daerah super prioritas pariwisata premium.

Baca juga :  Presiden Jokowi Komit Penataan Labuan Bajo Tuntas 2021

“Dinas sudah tempatkan petugas medis setiap hari secara bergantian di Bandara Komodo untuk memantau setiap orang yang masuk atau datang ke Labuan Bajo melalui bandara udara,” kata Paulus, usai rapat koordinasi kewaspadaan COVID19  di  ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Selasa (25/2/2020).

Sebelumnya, Wakil Bupati Mabar,  Maria Geong, menandaskan, seiring dengan terus meningkatnya jumlah korban yang meninggal dunia di China akibat novel corona virus, pemerintah Indonesia juga meningkatkan upaya pencegahan, termasuk memastikan berjalannya proses pendeteksian virus yang memadai termasuk ke ke Kabupaten Manggarai Barat sebagai pintu gerbang wisatawan dari berbagai negara menuju Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dan sekitarnya.

“Kekhawatiran kita menjadi sangat tinggi karena Indonesia berada diantara dua benua Asia dan Afrika  yang merupakan jalur transit penerbangan dari dan ke berbagai negara di Asia. Karenanya, perlu diantisipasi secara dini,” tutur Wabup Maria.

Baca juga :  PPK Supan I BWS NT II Kerja Empat Paket Tahun 2021

Selain itu, kata dia, Labuan Bajo sebagai salah satu daerah destinasi wisata super premium, merasa perlu untuk melakukan pengawasan serta pengamanan extra terhadap merebaknya wabah COVID19 agar tidak masuk ke kabupaten ujung barat Pulau Flores itu.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah upaya promotif dalam rangka membangun kesepahaman pada masyarakat akan penyebaran virus ini.

Bagaimanapun,  kata Wabup Maria,  ini merupakan tugas pemerintah untuk memberi informasi seluas -luasnya mulai dari tindakan preventif hingga gejala paparan virus yang mematikan itu.

Belum Terima Pasien Corona

 

Inilah alat thermal scanner yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto : Louis Mindjo/NTT PEMBARUAN.com)

Pada tempat terpisah, Wakil Direktur  Rumah Sakit Umum Daerah (Wadir RSUD)  Manggarai Barat, Thomas Alfa Edison mengatakan, saat ini, pihaknya belum bisa menerima pasien terpapar virus corona karena  masih minimnya fasilitas yang dimiliki .

Baca juga :  Gubernur NTT Hadiri Misa Syukuran Pesta Perak Uskup Ruteng

Padahal, kata Thomas, secara sumber daya manusia (SDM) pihak rumah sakit sudah cukup siap karena memiliki dokter spesial penyakit dalam.

“Sayangnya, tidak ada fasilitas pendukung, seperti ruangan isolasi termasuk obat penangkal atau semacam obat kebal terhadap virus corona. Obat penangkal belum ada,” kata Thomas.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melayani pasien secara terbuka untuk umum.  Ia berharap, peralatan dan obat-obatan bisa segera ada dan semoga kasus virus berbahaya ini tidak masuk ke Labuan bajo, tukasnya. (lom).